Ratifikasi Cedaw di Tonga adalah Bencana

share on:
Perempuan Tonga - countryoffice.unfpa.org
Perempuan Tonga – countryoffice.unfpa.org

Jayapura, Jubi – Seorang pembela hak perempuan di Tonga, Ofa Guttenbeil-Likiliki mengatakan ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW) yang digembar-gemborkan oleh negaranya adalah bencana.

Ofa Guttenbeil-Likiliki yang juga Direktur Pusat Krisis Perempuan dan Anak, dikutip Radio New Zealand, Kamis (16/4/2015) menegaskan sejak pengumuman kabinet bulan lalu yang berencana meratifikasi konvensi PBB ini telah menjadi perdebatan besar di masyarakat Tonga.

Gereja dan tokoh masyarakat telah menentang langkah ini, sementara pemerintah masih belum resmi meratifikasi CEDAW. Namun pemerintah Tonga telah mengumumankan akan mengikuti pertemuan PBB di New York.

Guttenbeil-Likiliki mengatakan proses ini berantakan karena pemerintah menggunakan istilah-istilah seperti aborsi dan pernikahan sesama jenis yang katanya tidak disebut dalam konvensi.
“Dari informasi pemerintah yang simpang siur, komunikasi ini menunjukkan persetujuan untuk meratifikasi CEDAW didasarkan pada banyak kesalahpahaman. Inilah alasan mengapa CEDAW telah menjadi isu yang paling diperdebatkan dalam arena politik dan juga di kalangan masyarakat. Saya belum pernaj melihat hal seperti ini sejak kami bergerak menuju negara demokrasi. ”

Guttenbeil-Likiliki juga mengatakan ada kondisi di dalam ratifikasi yang dirancang untuk melindungi pertimbangan domestik.
“Tetapi pertanyaan yang perlu ditanyakan adalah apa yang dilindungi oleh orang-orang di bawah naungan budaya dan agama?” tanya Guttenbeil-Likiliki. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ratifikasi Cedaw di Tonga adalah Bencana