Tak Ada Intoleransi Beragama di Supiori

share on:
Wakil Ketua I MRP, Hofni Simbiak. Jubi/Marten
Wakil Ketua I MRP, Hofni Simbiak. Jubi/Marten

Biak, Jubi – Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Hofni Simbiak mengatakan, tidak ada persoalan intoleransi beragama di Kabupaten Supiori, Papua karena umat Kristen di Supiori menjamin kebebasan beribadah menurut agama dan kepercayaan bagi agama-agama lain. Hanya kesalahpahaman saja antar agama-agama lain dengan umat Kristen yang ada disana.

Masyarakat disana (Supiori) hanya berusaha mempertahankan komunitasnya,bukan melarang agama lain,” kata Simbiak kepada Jubi, Sabtu (18/4/2015).

Hal itu dilakukan oleh masyarakat karena Supiori adalah salah satu tempat pekabaran injil mulai diberitakan oleh anak asli Papua, Noseni Petrus Kafiar bersama Van Haselt selain Mansinam. Jadi masyarakat Supiori merasa penting untuk menjaga nilai-nilai Injil yang ditanamkan disana bukan melarang agama lain

Kata Simbiak lagi, dalam waktu dekat pihaknya akan berkunjung ke Supiori untuk mengecek hal tersebut karena pihaknya melalu kelompok kerja agama memang bertugas menangani hal-hal tersebut.

Khusus untuk pembangunan tempat ibadah pendirinnya kata Simbiak harus berpatokan pada Peraturan Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 Ttntang Pendoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama dan pendirian rumah ibadah Bab IV Tentang Pendirian Rumah Ibadah pasal 14 ayat 2 tentang syarat khusus pendirian rumah ibadah.

Mereka harus bertemu masyarakat, pemimpin agama dan pemerintah daerah di sana dan berbicara baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu FKUB yang ada disana juga harus membicarakan hal ini sehingga tidak ada percikan-percikan,” ujar Simbiak

Sebelumnya Ketua Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Supiori Utara, Pendeta Nabod Manufandu mengatakan Supiori adalah bagian dari NKRI jadi tunduk dan melaksanakan semua peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Soal pembangunan rumah ibadah, harus dibicarakan baik-baik dengan masyarakat, karena Supiori merupakan tempat dimana dimulainya pekabaran injil ke seluruh Papua. Masyarakat ingin menjadikan Supiori sebagai Pulau Injil. (Marten Boseren)

Editor : Angela
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tak Ada Intoleransi Beragama di Supiori