Iran, Australia Berjanji Perangi IS

share on:

Sydney, Jubi/Antara/Reuters – Australia dan Iran menyepakati perjanjian tentatif untuk berbagi data intelijen demi memerangi militansi Negara Islam (IS) di Timur Tengah, kata Australia Broadcasting Corporation (ABC) pada Senin (20/4/2015).

Australia mengirimkan ratusan tentara ke Irak untuk melatih pasukan guna memerangi kelompok IS, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terkait serangan balasan di dalam negeri.

Menteri Luar Negeri Julie Bishop pada pekan ini menjadi diplomat utama Australia mengunjungi Iran dalam satu dasawarsa belakangan.

Dia mengatakan kedua negara itu memiliki tujuan sama, yaitu mengalahkan IS.

“Hal tersebut merupakan rencana informal, di mana kami akan berbagi data intelijen yang akan memberikan informasi tentang warga Australia yang mengambil bagian (dengan bergabung IS),” kata Menlu Bishop.

“Saya percaya Iran memiliki informasi yang kami butuhkan dan mereka sangat setuju untuk berbagi informasi dengan kami,” ucapnya.

Pasukan Irak, bekerja sama dengan paramiliter Syiah yang bersekutu dengan Iran, pada bulan ini telah menguasai Tikrit, tempat kelahiran Saddam Hussein, dari pejuang IS.

Selain itu, di Australia, ratusan polisi pada Sabtu menangkap lima remaja yang merencanakan sebuah serangan yang terinspirasi oleh IS dalam acara peringatan se-abad pendaratan Pasukan Australia dan Selandia Baru di Gallipoli dalam Perang Dunia Pertama.

Peringatan se-abad Gallipoli telah memicu kekhawatiran bahwa kelompok radikal mungkin menargetkan perayaan semacam itu untuk menyerang tokoh-tokoh pejabat tinggi.

Sebelumnya, lebih dari 200 polisi terlibat dalam serangkaian penggerebekan di sebelah selatan kota Melbourne pada Sabtu dini hari.

Polisi Australia telah dihadapkan dengan sejumlah potensi serangan yang terinspirasi oleh IS dalam beberapa tahun belakangan.

Pada Desember, dua sandera tewas ketika polisi menyerbu sebuah kafe di Sydney yang kemudian mengakhiri 17 jam pengepungan terhadap seorang sheik yang tidak puas dengan pemerintah Australia, yang kemudian mengaitkan kasus ini dengan kelompok IS.

Australia, yang juga merupakan sekutu setia Amerika Serikat, dikabarkan sedang berada dalam tingkat kewaspadaan tinggi terhadap kemungkinan serangan yang tumbuh dari dalam negeri oleh kelompok Islam radikal sejak tahun lalu. (*)

Editor :
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Iran, Australia Berjanji Perangi IS