Kadepa: Saya Minta Maaf kepada Masyarakat Yahukimo

share on:
Ilustrasi Demo Mahasiswa dan Pemuda Yahukimo di DPR Papua Mendesak DPR Papua Melakukan Investigasi ke Yahukimo, Senin (30/3/2015) - Jubi/Arjuna
Ilustrasi Demo Mahasiswa dan Pemuda Yahukimo di DPR Papua Mendesak DPR Papua Melakukan Investigasi ke Yahukimo, Senin (30/3/2015) – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Ketua Tim Panitia Khusus (Pansus) HAM DPR Papua, untuk kasus Paniai dan Yahukimo, Laurenzus Kadepa meminta maaf kepada masyarakat Yahukimo lantaran pihaknya terlambat mengirim tim investigasi ke wilayah itu, pasca pembubaran massa KNPB oleh polisi pada Maret lalu, yang berujung penyisiran oleh aparat keamanan yang menyebabkan adanya korban jiwa dan korban luka.

“Saya minta maaf kepada masyarakat Yahukimo, karena kami baru mau melakukan investigasi. Ini karena Pansus HAM DPRP baru terbentuk sehingga kami baru akan turun lapangan mengumpulkan data,” kata Laurenzus Kadepa, Senin (20/4/2015).

Menurutnya, sesuai rencana, Pansus HAM DPR Papua akan mengirim tim ke Yahukimo pada Selasa (21/4/2015). Tim akan mengumpulkan data dari semua pihak terkait. Baik itu kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, pemuda, pihak gereja, adat, masyarakat, bahkan KNPB. Tujuannya memperoleh data lengkap. Tak hanya satu versi.

“Masyarakat Yahukimo juga menginginkan tim DPR Papua segera turun melakukan investigasi. Kronologisnya akan diketahui setelah tim melakukan investigasi. Saya harap semua pihak mendukung tim investigasi DPRP agar kasus itu bisa terungkap dan tak terjadi lagi hal yang sama dimasa depan,” ucapnya.

Katanya, ini menyangkut nyawa manusia. Siapapun dia, baik pendatang, KNPB, masyarakat asli Papua, atau TNI/Polri mereka adalah manusia yang nyawanya berharga. Langkah berikutnya akan dibahas setelah tim mengumpulkan data.

“Kami ingin jangan lagi korbankan masyarakat kecil untuk kepentingan politik, bisnis dan jabatan. Masyarakat kecil yang saya maksud entah dia pendatang, orang Papua, mereka tetap berhak hidup aman di tanah ini,” katanya.

Sebelumnya, pihak Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat melaporkan adanya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat Kepolisian Polres Yahukimo dan Brimob Polda Papua saat membubarkan paksa penggalangan dana kemanusiaan yang oleh masyarakat bersama KNPB di Yahukimo untuk korban bencana alam  di Republik Vanuatu, Pasifik Selatan.

“Kami sudah laporkan penembakan yang dilakukan oleh aparat kepada Komnas HAM RI. Dengan maksud nantinya Komnas HAM bersama Polda Papua mengungkap siapa pelaku sesungguhnya. Supaya publikl juga tahu. Sebab di beberapa media, Kapolda Papua dan Polres Yahukimo mengatakan, tidak ada korban yang meninggal dan ditembak,” kata Ones Suhuniap, Sekretaris umum KNPB kepada Jubi kala itu. (Arjuna Pademme)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kadepa: Saya Minta Maaf kepada Masyarakat Yahukimo