Keluarga Korban Tabrakan Maut di Otonom Minta Bayar Kepala

share on:
Kasat Lantas Polresta Jayapura, Kabagops Polresta Jayapura dan Kapolsek Abepura saat memediasi pertemuan keluarga korban dan pelaku, 20/4/15. Jubi/Arnold Belau
Kasat Lantas Polresta Jayapura, Kabagops Polresta Jayapura dan Kapolsek Abepura saat memediasi pertemuan keluarga korban dan pelaku, 20/4/15. Jubi/Arnold Belau

Jayapura, Jubi – Keluarga korban laka lantas tunggal yang terjadi di tikungan depan kantor Otonom, Jayapura yang menewaskan Vira Japugau (12) siswa SMP di Kabupaten Kerom Jayapura dan dalam lakalantas itu menyebabkan Yusup Belau (13) luka-luka dan salah satu ibu penjual pinang asal Sorong yang juga mengalami luka-luka parah meminta pihak pelaku untuk membayar kepala untuk korban yang meninggal, yaitu atas nama Vira Japugau.

Keluarga korban meminta pertanggungjawan pelaku yang diketahui bernama Yohanis Karfa, kantor Perpajakan Bumi dan Bangunan, serta PT. Citra yang merupakan partner kerja kantor Perpajakan yang menangani cleaning service agar bayar kepala.

Hal tersebut disampaikan oleh keluarga korban saat pihak kepolisian memediasi pembicaraan antara pelaku dan korban di aula Polsek Abepura yang dipimpin oleh Yos Pugu, Kasat Lantas Polresta Jayapura, Neru, Kabag Ops Polresta Jayapura dan Marthin Asmuruf, Kapolsek Abepura untuk menyelesaikan masalah laka lantas tunggal oleh oknum pegawai Perpajakan bumi dan bangunan perwakilan provinsi Papua tersebut.

Kasat Lantas Polresta Jayapura, Yos Pugu mengatakan, jika mengacu kepada UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Maka itu pihak polisi sudah melakukan penyeledikan dan kami siap limpahkan kasus ke kejaksaan untuk selanjutkan dilanjutkan di pengadilan untuk mempertanggujawabkan secara hukum. Karena kita sebagai warga negara indonesia harus taat pada hukum yang berlaku.

“Tetapi karena di Papua ini ada satu tradisi penyelesaian hukum yang berbeda, yaitu dengan membayar kepala, dan pihak keluarga korban meminta itu, maka kami pihak keamanan hanya memfasilitasinya hingga masalah ini selesai dengan baik tanpa ada kekerasan,” katanya.

Pembina mahasiswa Intan Jaya di Jayapura, Yulius Miagoni, mengatakan kedatangan keluarga korban di Polsek Abepura adalah untuk menuntut agar pihak pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Sesuai dengan tradisi masyarakat di gunugn, maka keluargakorban minta bayar kepala. Karena kalau masalah seperti ini, biasa kami selesaikan dengan hukum adat. Yaitu, bahwa harus bayar kepala,” katanya kepada pihak pelaku dalam rapat tersebut.

Sementara itu, Yunus Lawiya, orang tua Vira Japugau, meminta agar pelaku harus membayar kepala. “Kami minta bayar satu milyar. Kalau tidak, kami minta anak dari pak Yohanis agar saya masukan di SMP kelas 2 di Arso. Entah masih kecil atau besar apa pun itu, kami minta anak dari pak Yohanis sendiri sebagai pengganti Vira Japugau,” tegasnya.

Ibu Pendeta, yang merupakan keponakan Yohanis Karfa, mengatakan, telrlau berta untuk membayar jumal uang yang diminta oleh pihak korban untuk itu mohon pengertian dari keluarga korban.

“Kami dari pihak pelaku bahwa kami tidak mampu untuk membayarnya. Karena di kantor pajak om saya hanya bekerja sebagai petugas cleaning service. Om tidak mabuk dan merokok. Kami minta agar permintaan yang diminta sangat besar. Kami hanya pasrahkan agar dia menjalani hukuman sesuai dengan perbuatannya,” katanya.

Pihak kantor Pajak, yang hadir dalam rapat tersebut, mengatakan, kami turut be belasungkawa, kami menghormati tradisi di papua, tetapi secara institusi kami mohon maaf, sebagai rasa kemanusiaan kami sudah membantu untuk mengirim jenazah. Setiap pengeluaran kami harus sepengetahuan pusat dengan berbagai resiko dalam interen kami.

“Permintaan korban, kami harus pertimbangkan baik-baik. Karena kami harus pertimbangkan dengan baik setiap pengeluaran uang di instansi kami. Harapan kami, mari kita mencari jalan yang lebih baik lagi. Karena pelaku hanya meminjam kendaraan dinas kami. Dia adalah karyawan salah satu perusahaan yang tangani cleaning service di kantor Pajak. Dia hanya pinjam kendaraan kantor Pajak,” jelasnya.

Rapat tersebut diakhiri dengan kesepakatan, pihak keluarga menunggu informasi untuk pertemuan lagi setelah ada koordinasi antara keluarga pelaku, dinas Perpajakan sebagai pemilik mobil yang dikendarai oleh pelaku dan PT. Citra sebagai tempat pelaku bekerja. (Arnold Belau)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Keluarga Korban Tabrakan Maut di Otonom Minta Bayar Kepala