Pemkab Biak Diminta Libatkan Lembaga Pendidikan saat Rumuskan Kebijakan

share on:
Staf Dosen Akademi Teknologi Biak, Melkisedek Wambrauw. Jubi/Marten
Staf Dosen Akademi Teknologi Biak, Melkisedek Wambrauw. Jubi/Marten

Biak, Jubi – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua diharapkan melibatkan lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi dan pihak sekolah dalam saat merumuskan kebijakan pendidikan di Kabupaten Biak Numfor.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang staf dosen Akademi Teknologi Biak (ATB), Papua, Melkisedek Wambrauw ketika ditemui Jubi Senin,(28/4/2015) di Biak.

Menurutnya, melibatkan pihak perguruan tinggi (akademisi) dan pihak sekolah sangatlah penting karena yang mengetahui kondisi pendidikan yang sebenarnya dan persoalan-persoalan yang dialami oleh perguruan-perguruan tinggi dan sekolah-sekolah di Biak, hanyalah perguruan tinggi dan sekolah tersebut.

Sehingga kebijakan yang dil ambil pemerintah daerah untuk membangun pendidikan di Biak benar-benar menyelesaikan masalah pendidikan dan membawa kemajuan dalam dunia pendidikan di Biak.

Selama ini perumusan kebijakan pembangunan pendidikan dilakukan tidak melibatkan pihak akademisi dan sekolah. Hasilnya, tidak ada perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan di kabupaten ini. Yang bisa dilihat tiap tahun ada lulusan, tapi apakah lulusan itu berkualitas atau tidak, itu kurang diperhatikan,” kata Wambrauw.

Ketua Senat Mahasiswa Akademi Teknik Biak (ATB), Papua, Fred Mayor mengatakan khususnya untuk perguruan tinggi sangat perlu dilibatkan, sehingga persoalan-persoalan perguruan tinggi pun bisa diperhatikan baik oleh pemkab. “Dana bantuan pendidikan yang selama yang berjumlah Rp25 juta per perguruan tinggi bisa dinaikan lagi, sehingga membantu perguruan-perguruan tinggi yang ada dalam menyelenggarakan pendidikan masing-masing dengan baik,” ujar Wambrauw. (Marten Boseren)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemkab Biak Diminta Libatkan Lembaga Pendidikan saat Rumuskan Kebijakan