Pamaeran Batu Akik Papua Diminati Warga Masyarakat

share on:
Wabup Yohanis Bassang didampingi pimpinan Pegadaian wilayah V Manado Marcel Aritonang dan perwakilan PTFI Yan Pieter Magal mengunjungi stand batu Akik (Jubi/Saldi/Istimewa)
Wabup Yohanis Bassang didampingi pimpinan Pegadaian wilayah V Manado Marcel Aritonang dan perwakilan PTFI Yan Pieter Magal mengunjungi stand batu Akik (Jubi/Istimewa)

Timika, Jubi – Setelah tertunda, akhirnya pameran Batu Akik Mimika, Papua digelar juga. Pameran yang dilaksanakan selama tiga hari, sejak 27 – 29 April di halaman Kantor Pegadaian di Jalan Cenderawasih, Distrik Mimika Baru dan banyak dikunjungi warga.

“Batu unggulan miniatur Papua dari batu-batu Timika dari Gemstone Cemerlang menyiapkan batu akik yang akan dipamerkan dan yang unggul yaitu tiga batu dari Tembagapura dan dua batu dari Trans Nabire,” ujar pengrajin batu akik, Martua Nasution, kepada Salam Papua, di Jalan Yosudarso, Selasa (28/4/2015).

Batu-batu yang ia pamerkan antara lain batu kecumbung dan jenis 10. Batu ini dari Trans Nabire. Ada juga kristal, badar besi dan kecumbung dari Tembagapura. Batu-batu ini sudah ada sebelumnya,jadi tinggal dipamerkankan saja.

Harga batu akik dim pameran ini mulai dari Rp 100 ribu, hingga yang termahal Rp750 ribu. Kalau untuk harga cincin, yang belum ada batu akiknya yang berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp100 ribu.

“Harga pameran standar sama seperti biasa tidak ada kenaikan saat pameran, dan saat pameran buat seluruh Masyarakat Mimika yang berminat dengan membeli batu akik, bisa ada yang sudah jadi kalau mau pilih batunya baru dibuatkan juga bisa saja sesuai permintaan,” tutur Martua Nasution.

Dirinya mengakui peminat batu akik di Mimika terus meningkat, sehingga kedepan kegiatan ini harus ditata dan banyak menarik pembeli.

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Mimika, Yohanis Bassang, secara resmi membuka pameran logam mulia dan batu Akik Timika, Senin (27/4/2015), di halaman kantor Pegadaian Timika jalan Cenderawasih. Dengan adanya pameran ini, pemerintah Kabupaten Mimika mengharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat serta bisa mengangkat potensi alam dan budaya yang ada di Kabupaten Mimika.

Ketua panitia yang juga kepala cabang Kantor Pegadaian Timika, Udin Syamsuddin, mengatakan tujuan kegiatan ini guna mengajak masyarakat untuk berinvestasi logam mulia dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah khususnya Mimika.

“Yang mendaftar ikut kegiatan ada 30 peserta dan yang berpatisipasi sebanyak 30 pengrajin dan kolektor. Tetapi keterbatasan lokasi, kami seleksi cuma 20 peserta saja yang bisa ikut pameran,” ujar Bassang. Pameran dibuka sejak pukul 09.00 – 21.00 WIT

Panitia mengharapkan adanya partisipasi dari pihak-pihak terkait terkait yang berhubungan erat dengan potensi daerah dari Pertambangan, diskoperindag, dinas Kehutanan dan juga partisipasi dari PT Freeport Indonesia, karena tujuan kegiatan ini semata-mata untuk mengangkat pendapatan ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan ini sepenuhnya difasilitasi PT Pegadaian Persero cabang Timika dalam rangka memeriahkan HUT PT Pegadaian Persero yang ke 114 pada 1 April lalu.

Selain itu juga guna mengangkat potensi batu Akik Timika untuk dikenal diseluruh nusantara, sehingga batu Akik Timika dapat menjadi sebuah icon yang dikenal untuk Kabupaten Mimika. Selanjutnya peserta yang mengikuti kegiatan pameran logam mulia dan batu Akik Timika ini, terdiri dari para pengrajin dan pecinta batu Akik di Kabupaten Mimika.

Sementara itu pimpinan PT Pegadaian Persero wilayah V Manado, Marcel Aritonang, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya merasa bangga dan penuh hormat mengadakan pameran logam mulia dan batu Akik Timika ini atas izin dari Pemkab Mimika.

Selain itu Pegadaian juga ingin mengenalkan PT Pegadaian Persero kepada masyarakat Mimika, bahwa Pegadaian merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertujuan membantu dan menunjang siklus ekonomi pada setiap daerah di Republik Indonesia. (Eveerth Joumilena)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pamaeran Batu Akik Papua Diminati Warga Masyarakat