Kebutuhan Air Bersih dalam Kota Biak Terpenuhi, Luar Kota Belum

share on:
Ketua DPD. KNPI Biak, Simon Rumpaisum. Jubi/Marten
Ketua DPD. KNPI Biak, Simon Rumpaisum. Jubi/Marten

Biak, Jubi – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Biak Numfor, Papua, Simon Rumpaisum mengatakan, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat dalam Kota Biak sudah terpenuhi secara baik.

Hanya masyarakat di luar kota yang masih belum terpenuhi. Itu terjadi pada sejumlah distrik dan sampai saat ini belum terpecahkan bagi masyarakat,” kata Rumpaisum ketika ditemui Jubi, Rabu (29/4/2015) di Biak, Papua.

Rumpaisum berharap hal tersebut dapat menjadi salah satu prioritas kerja pemerintah kabupaten, karena persoalan kekurangan air bersih sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Bagaimana kita bicara cuci tangan yang bersih pakai sabun dan sebagainya tapi air tidak tersedia? Anak-anak kita mau sekolah baik tapi kalau kesehatan mereka terganggu karena tidak minum air bersih juga masalah. Jadi ini perlu perhatian Pemkab,” ujar Rumpaisum

Kepala Kampung Samau Distrik Biak Kota, Frits Korwa mengatakan selama ini masyarakat di kampungnya hanya mengkonsumsi air hujan. Masyarakat lebih banyak mengkonsumi air hujan karena tidak berkapur, sedangkan air sumur kandungan zat kapur yang sangat tinggi, sehingga jarang dikonsumsi warga.

Kepala Kampung Sunyar Distrik Yendidori, Yesaya Ayer mengatakan hal kekurangan air bersih sudah dialami bertahun-tahun dan belum ada solusinya.

Untuk itu Frits Korwa maupun Yesaya Ayer berharap Pemkab Biak Numfor memperhatikan mereka, sehingga mereka dapat mengkonsumsi dari PDAM. (Marten Boseren)

Biak, Jubi – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Biak Numfor, Papua, Simon Rumpaisum mengatakan, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat dalam Kota Biak sudah terpenuhi secara baik.

Hanya masyarakat di luar kota yang masih belum terpenuhi. Itu terjadi pada sejumlah distrik dan sampai saat ini belum terpecahkan bagi masyarakat,” kata Rumpaisum ketika ditemui Jubi, Rabu (29/4/2015) di Biak, Papua.

Rumpaisum berharap hal tersebut dapat menjadi salah satu prioritas kerja pemerintah kabupaten, karena persoalan kekurangan air bersih sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Bagaimana kita bicara cuci tangan yang bersih pakai sabun dan sebagainya tapi air tidak tersedia? Anak-anak kita mau sekolah baik tapi kalau kesehatan mereka terganggu karena tidak minum air bersih juga masalah. Jadi ini perlu perhatian Pemkab,” ujar Rumpaisum

Kepala Kampung Samau Distrik Biak Kota, Frits Korwa mengatakan selama ini masyarakat di kampungnya hanya mengkonsumsi air hujan. Masyarakat lebih banyak mengkonsumi air hujan karena tidak berkapur, sedangkan air sumur kandungan zat kapur yang sangat tinggi, sehingga jarang dikonsumsi warga.

Kepala Kampung Sunyar Distrik Yendidori, Yesaya Ayer mengatakan hal kekurangan air bersih sudah dialami bertahun-tahun dan belum ada solusinya.

Untuk itu Frits Korwa maupun Yesaya Ayer berharap Pemkab Biak Numfor memperhatikan mereka, sehingga mereka dapat mengkonsumsi dari PDAM. (Marten Boseren)

Biak, Jubi – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Biak Numfor, Papua, Simon Rumpaisum mengatakan, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat dalam Kota Biak sudah terpenuhi secara baik.

Hanya masyarakat di luar kota yang masih belum terpenuhi. Itu terjadi pada sejumlah distrik dan sampai saat ini belum terpecahkan bagi masyarakat,” kata Rumpaisum ketika ditemui Jubi, Rabu (29/4/2015) di Biak, Papua.

Rumpaisum berharap hal tersebut dapat menjadi salah satu prioritas kerja pemerintah kabupaten, karena persoalan kekurangan air bersih sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Bagaimana kita bicara cuci tangan yang bersih pakai sabun dan sebagainya tapi air tidak tersedia? Anak-anak kita mau sekolah baik tapi kalau kesehatan mereka terganggu karena tidak minum air bersih juga masalah. Jadi ini perlu perhatian Pemkab,” ujar Rumpaisum

Kepala Kampung Samau Distrik Biak Kota, Frits Korwa mengatakan selama ini masyarakat di kampungnya hanya mengkonsumsi air hujan. Masyarakat lebih banyak mengkonsumi air hujan karena tidak berkapur, sedangkan air sumur kandungan zat kapur yang sangat tinggi, sehingga jarang dikonsumsi warga.

Kepala Kampung Sunyar Distrik Yendidori, Yesaya Ayer mengatakan hal kekurangan air bersih sudah dialami bertahun-tahun dan belum ada solusinya.

Untuk itu Frits Korwa maupun Yesaya Ayer berharap Pemkab Biak Numfor memperhatikan mereka, sehingga mereka dapat mengkonsumsi dari PDAM. (Marten Boseren)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kebutuhan Air Bersih dalam Kota Biak Terpenuhi, Luar Kota Belum