Jenazah Panglima TPN-OPM Paniai LMY Dipertanyakan PKJ dan Keluarga

share on:
Kordinator PKPJ sekaligus Ketua DAD Paniai, John NR. Gobai - Jubi/Abeth You
Kordinator PKPJ sekaligus Ketua DAD Paniai, John NR. Gobai – Jubi/Abeth You

Nabire, Jubi – Selama tiga hari lamanya, (30/4-2/5/2015) belum mendapatkan informasi yang jelas terkait keberadaan jenazah Panglima Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Devisi II Pemka IV Pembela Keadilan Wilayah Paniai, Leonardus Magai Yogi (LMY) yang ditembak mati oleh Tim Satgas Polda Papua dan Tim Khusus Polres Nabire di Kampung Sanoba Atas Distrik Nabire, Kamis (30/4/2015), Pukul 10:40 WP membuat para aktivis kemanusiaan panik, dan mendesak kepada pihak TNI/Polri agar segera memberitahukan keberadaan jenasah tersebut kepada keluarga .

Demikian disampaikan Kordinator Pekerja Kemanusiaan Papua dan Jakarta, (PKPJ) John NR. Gobai, meminta kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda Papua), Panglima Kodam (Pangdam) dan Kepala Satuan Brigade Mobil (Kasat Brimob)Polda Papua agar memberikan akses kepada pihaknya untuk menjenguk tiga  orang TPN/OPM yang tertembak.

“Yang terhormat Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kasat Brimob Polda Papua, kami menghargai tugas dari bapak-bapak, namun kami meminta agar memberikan akses kepada kami pekerja kemanusiaan dan rohaniwan serta keluarga untuk menjenguk TPN/OPM yang masih dirawat di RSUD Nabire ataupun di rumah sakit mana saja, dan mengambil bagi TPN/OPM yang sudah meninggal terlepas dari apa yang diperjuangkan selama ini,” kata John NR. Gobai kepada Jubi melalui telpon dari Enarotali, Minggu (3/5/15).

Desakan tersebut, menurut John bukan hanya dari pihaknya dan keluarga saja, tapi juga kesepakatan dari Sinode GKI dan Sinode GKIP para TPN/OPM yang telah tertembak juga adalah ciptaan Tuhan Allah yang punya hak untuk didampingi dan diberikan penguatan.

“Jika ada anggota TPN/OPM yang meninggal, dikubur di mana? Karena mereka wajib dikuburkan sesuai dengan agama yang dianutnya oleh keluarga, sebab sejak ditembak hingga hari ini, 3 Mei 2015, keluarga belum tahu di mana keberadaan jenazah Panglima TPN-OPM Devisi II Pemka IV Pembela Keadilan Wilayah Paniai, Leonardus Magai Yogi. Keluarga dan PKPJ  meminta kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda Papua), Panglima Kodam (Pangdam) dan Kepala Satuan Brigade Mobil (Kasat Brimob) Polda Papua agar  menyerahkan jenazah kepada  keluarga untuk dimakamkan,” ” kata Gobai yang juga ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai.

Menurut Gobai, sama seperti kasus lainnya, yaitu terpidana kasus narkoba, tertembaknya Alm. Kelly Kwalik, Mako Tabuni dan lainnya sehingga tidak perlu disembunyikan.

“Inikan sudah jelas, info yang sedang beredar ada yang sudah mati ditembak mati. Tapi mana mukanya? Kami belum lihat wajahnya. Di mana jazadnya? Tolong aparat jangan sembunyi-sembunyikan, kami mohon perlihatkanlah sebab keluarga dan pekerja kemanusiaan dan rohaniwan ingin makamkan seperti biasa. Jika kuburkan, mohon tunjukan kuburannya,”katanya.

Sementara itu di tempat yang terpisah, Mabipai (46) salah seorang keluarga korban yang deijumpai Jubi di RSUD Nabire, mengatakan pihaknya datang ke Nabire dari Enarotali, Kabupaten Paniai guna melihat muka dari LMY melalui jalur darat dari Enarotali ke Nabire kurang lebih 320KM.

“Kami datang dari Enaro ini mau lihat muka mereka sudah mati itu sekaligus mau makamkan, tapi begitu kami sampai di RSUD Nabire tidak dijinkan masuk dalam ruang ICU. Malah kami ditodong dengan senjata,” kata Mabipai di RSUD Nabire, Jumat (1/5).

Ia menjelaskan, pihaknya menjadi keberatan atas isu yang sedang beredar, bahwa mayat LMY dikuburkan sepihaknya tanpa diketahui oleh pihak keluarga yang merupakan tanggung jawab sepenuh atas kematian seseorang.

“Cara orang-orang NKRI ini bagaimana? Masa keburukan seenaknya saja oleh TNI/Polri, macam kami orangtuanya tidak ada saja. Itukah yang namanya negara Indonesia negara yang punya aturan? Paling bahaya sekali,” katanya kesal. (Abeth You)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Jenazah Panglima TPN-OPM Paniai LMY Dipertanyakan PKJ dan Keluarga