Tak Terpilih Jadi Anggota DPRP, Masya Lay Pilih ‘Masuk Lumpur’

share on:
mesin potong padi
Alat combain harvester, panen seluas kurang lebih satu hektar, hanya menghabiskan waktu selama dua jam. Jubi/Frans Kobu

 

Merauke, Jubi – Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Masya Lay memilih untuk ‘masuk lumpur’ mengolah lahan pertanian untuk ditanam padi, setelah tak terpilih lagi menjadi wakil rakyat. Hasil kerja keras Masya Lay membuahkan hasil. Lahan padi seluas kurang lebih satu hektar kini memasuki masa panen.

Saat ditemui Jubi di lokasi panen di Kampung Kuper, Distrik Semangga, Sabtu (2/5/2015), Masya Lay mengatakan, meskipun tidak terpilih lagi menjadi anggota dewan, dirinya setiap waktu berada di sawah untuk membuka lahan sekaligus ditanami padi. Dari hasil kerja keras yang dilakukan, lahan kurang lebih satu hektar padi sudah mulai dipanen.

“Masih ada lahan lain juga yang segera dilakukan panen. Untuk sementara, kegiatan panen dijalankan di sini dulu. Setelah itu baru bergerak ke lahan lain. Saya juga tidak harus menguras tenaga dan biaya besar menyewa orang memanen. Karena telah ada alat combain harvester atau mesin pemotong sekaligus perontok padi yang bekerja sekaligus mengisi gabah dalam karung,” ujarnya.

“Saya memperkirakan, satu lahan hektar yang dipanen ini, bisa mencapai 6-7 ton gabah. Karena memang mulai dari persiapan benih, pengolahan lahan, pemupukan hingga sampai pengendalian hama, dilakukan dengan baik. Ya, adik-adik wartawan bisa melihat hasil yang sedang dipanen menggunakan peralatan dimaksud,” tuturnya.

Lebih lanjut Lay mengungkapkan, dengan peralatan alat combain harvester, panen seluas kurang lebih satu hektar, hanya menghabiskan waktu selama dua jam. Jika menggunakan tenaga manusia, otomatis akan menghabiskan waktu hingga berhari-hari.

“Dengan alat dimaksud, memberikan banyak kemudahan. Karena gabah langsung terisi sendiri dalam karung dan dapat dipastikan berapa ton didapatkan,” katanya. Lay menambahkan, sekali menyewa alat itu sekitar Rp 2 juta.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengungkapkan, dengan peralatan tersebut, memberi banyak kemudahan. Olehnya, beberapa waktu lalu, sebanyak 10 kampung di Distrik Malind serta Distrik Kurik, diberikan bantuan harvester combain untuk dapat digunakan petani. (Frans L Kobun)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tak Terpilih Jadi Anggota DPRP, Masya Lay Pilih ‘Masuk Lumpur’