Burung Cenderawasih Jangan Dijadikan “Souvenir

share on:

Jayapura, Jubi/Antara – Aktivis lingkungan dari Forum Peduli Port Numbay Green (FPPGN) Kota Jayapura, Provinsi Papua, mengharapkan burung Cenderawasih tidak lagi dijadikan “souvenir” atau buah tangan untuk turis, atau tamu bahkan pejabat yang berkunjung ke Papua.

Apalagi, dalam waktu dekat ini Presiden Joko Widodo dan rombongan akan berkunjung ke Papua yang tentunya akan disambut secara meriah oleh semua elemen masyarakat dan pemerintan setempat.

“Namun apakah harus dimaknai dengan memberikan mahkota Cenderawasih? Presiden Jokowi sudah kali ketiga datang ke Papua, ini mau yang keempat, lalu apakah setiap datang harus diberi Cenderawasih? Jika seandainya dalam masa jabatannya datang 10 kali, berarti akan membawa pulang mahkota burung Cenderawasih sebanyak 10 buah, itu artinya Papua sudah kehilangan burung surganya sebanyak 10 ekor,” ujarDian Wasaraka, anggota FPPNG di Kota Jayapura, Papua, Senin (4/5/2015).


Perempuan blesteran Papua Barat-Jawa itu menyampaikan hal tersebut karena prihatin dengan keberadaan burung Cenderawasih yang kian berkurang karena dijadikan “souvenir”. Sehingga menjadi perhatian khusus bagi FPPNG karena adanya kebiasaan penggunaan burung Cenderawasih sebagai mahkota untuk menyambut tamu-tamu yang datang ke Papua.

“Ssaat ini Cenderawasih sudah dimasukkan dalam daftar merah (red list) IUCN juga tercantum dalam konvesi internasional tentang perdagangan flora dan Fauna CITES APPENDIX II,” katanya.

Dosen STIKOM Muhammadiyah Jayapura itu menambahkan,populasi burung Cenderawasih semakin menipis di alam. Pemerintah Indonesia juga sudah menetapkan statusnya sebagai satwa yang dilindungi melalui UU nomor 5/1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan melalui Peraturan Pemerintah no 7/1999 tentang pengawetan satwa dan tumbuhan. Namun nyatanya tetap tidak mampu melindunginya dari jurang kepunahan.

“Seluruh top leader di negeri ini harus mulai ikut peduli, tegakkan hukum dan aturan dengan benar, dan presiden sebagai panglima hukum harus memberi contoh dalam penegakan aturan ini. Solusinya kalau mau kasih souvenir untuk pejabat kan bisa menggunakan noken,” katanya.

Dia mengatakan Noken sudah dua tahun ini diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO bentuknyapun bagus dan dari bahan yang ramah lingkungan, karena terbuat dari bunga anggrek dan kulit pohon, atau patung dan ukiran dari Asmat yang sudah terkenal sejak lama dan menjadi koleksi banyak museum-museum dunia.

“Tentu Presiden Jokowi bisa memperkenalkan potensi budaya Papua pada dunia, seperti batu bacan yang dipopulerkan oleh SBY dulu, sekaligus membantu menggerakan industry kreatif rakyat dan ekonomi perempuan Papua,” katanya. (*)

Editor :
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Burung Cenderawasih Jangan Dijadikan “Souvenir