Kava Dilarang, Pasifik Merugi, Perusahaan Jerman Terancam Hukuman

share on:
Fijian Kava selalu disuguhkan dalam berbagai kesempatan dalam kehidupan masyarakat Kepulauan Pasifik. Mulai dari kegiatan terkait adat hingga sebagai minuman penyambutan. Photo: www.raw-devotion.com
Fijian Kava selalu disuguhkan dalam berbagai kesempatan dalam kehidupan masyarakat Kepulauan Pasifik. Mulai dari kegiatan terkait adat hingga sebagai minuman penyambutan. Photo: www.raw-devotion.com

Jakarta, Jubi – Sebuah perusahaan farmasi di Jerman terancam tuntutan hukuman atas klaimnya yang tak terbukti hingga menimbulkan kerugian bagi negara-negara Pasifik penghasil Kava, yang melahirkan peraturan kontroversial pelarangan Kava.

Laporan Radio New Zealand, Senin (4/5/2015) menyebutkan, pengacara Uni Eropa telah menyatakan ketertarikannya untuk mengajukan klaim hukum terhadap perusahaan farmasi Jerman, menyusul pencabutan larangan kava yang kontroversial.

Larangan kava jalan ditempat sejak tahun 2002 sampai tahun lalu, ketika perusahaan, BfArM, tidak bisa memberikan bukti ilmiah kepada pengadilan Jerman untuk mendukung klaimnya bahwa kava menyebabkan kerusakan hati dan kanker paru-paru.

Klaim perusahaan BfArM telah menyebabkan larangan terhadap Kava tahun 2002.

Kepala Dewan Eksekutif Kava International, Tagaloa Eddie Wilson, mengatakan negara-negara di kawasan Pasifik yang menghasilkan kava telah kehilangan sekitar 2-3 milyar dolar AS selama pemberlakuan larangan tersebut.

Duta Vanuatu untuk Uni Eropa, Roy Mickey Joy, mengatakan, dirinya telah memperingatkan orang-orang yang tertarik untuk membawa masalah ini ke meja hijau, untuk menunggu instruksi dari negara-negara Pasifik penghasil kava.

Menjelang konferensi kava di Vanuatu akhir tahun ini, Joy mengatakan negara-negara Pasifik mungkin ingin menggunakan langkah-langkah alternatif, seperti negosiasi pada penawaran bantuan atau kompensasi dari Uni Eropa.

Kava merupakan tanaman yang berasal dari Pasifik barat. Nama Kava berasal dari Tonga dan Marquesas. Nama lain untuk kava ada awa (Hawaii), ava (Samoa), Yaqona (Fiji), dan sakau (Pohnpei).

Kava merupakan akar tanaman yang digunakan untuk memproduksi minuman dengan obat penenang dan sifat anestesi. Kava dikonsumsi di seluruh budaya Samudera Pasifik dari Polinesia, termasuk Hawaii, Vanuatu, Melanesia dan beberapa bagian Mikronesia. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kava Dilarang, Pasifik Merugi, Perusahaan Jerman Terancam Hukuman