Dominggus Waweyai Eks Striker Persipura, Pilih Tinggal di Belanda

share on:
Hengki Heipon, kapten Persipura 1968-1978. Rekan seangkatan Dominggus Waweyai.(jubi/dam)
Hengki Heipon, kapten Persipura 1968-1978. Rekan seangkatan Dominggus Waweyai.(jubi/dam)

Jayapura, Jubi- Tak banyak yang mengetahui kalau eks pemain nasional Indonesia asal Papua pernah meninggalkan timnas Indonesia saat try-out ke negara kincir angin Belanda, sekitar 1964. Pemain ini berposisi sebagai striker dan selalu tandem dengan Sucipto Suntoro alias Gareng ujung tombak andalan timnas Indonesia.

Hengky Heipon mantan kapten Persipura mengakui kalau Dominggus Waeyai adalah pemain Papua terbaik saat itu. “Dia pernah ikut timnas Indonesia dan membela Persija Jakarta,”kata Hengki Heipon kepada Jubi beberapa waktu lalu.

Dia striker terbaik Persipura saat itu, ketika timnas Indonesia try out ke Belanda, Dominggus Waweyai menghilang dari tim.” Dia keluar dari tim karena ikut pelatihnya Kees Van Der Wek,”kata Hengki Heipon kala itu.

Anak-anak Papua bermain bola di Belanda sangat sedikit jika dibandingkan dengan anak-anak Maluku. Era 1980 an nama Simon Tahamata sangat terkenal sebagai kiri luar atau wing kiri timnas Nasional Belanda. Giovani Van Bronchost pemain asal Maluku pernah jadi kapten timnas Belanda 2010 di Piala Dunia Afrika Selatan yang akan menyaksikan aksi pemain anak-anak Papua di Rosmalem Satdion, Rabu(6/5/2015).

Dominggus Waweyai memiliki dua anak masing-masing Yefta Waweyai dan Jaret Waweyai, keduanya kini berprofesi sebagai pesepak bola profesional di Belanda. Tak banyak anak-anak Papua berkiprah sebagai pesepak bola profesional di Eropah. Waweyai asal Kabupaten Raja Ampat lama bermukim di Belanda pernah pulang ke Raja Ampat. Karena kehebatannya Dominggus Waweya diberi julukan si kelinci hitam dari Papua. Waweyai meninggal pada 2001 di Belanda. (Dominggus Mampioper)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dominggus Waweyai Eks Striker Persipura, Pilih Tinggal  di Belanda