PBB Melihat Kemajuan Hak Asasi Manusia di Marshall

share on:
Foto: RNZ
Foto: RNZ

Jakarta, Jubi – Promosi hak asasi manusia di Kepulauan Marshall diharapkan muncul selama pertemuan PBB mengulas isu HAM di negara tersebut, pekan depan.


Radio New Zealand, Rabu (6/5/2015) melaporkan, ulasan tentang HAM tersebut datang beberapa minggu setelah laporan Departemen Luar Negeri AS mengutip adanya masalah dengan kondisi penjara, korupsi pemerintah dan kekerasan dalam rumah tangga di Mashall.

Ulasan HAM tentang Marshall yang terakhir dilakukan pada 2010 dan diberi 38 rekomendasi untuk dikerjakan seputar beberapa perjanjian dan keprihatinan atas hak-hak dasar.

Plt Kepala Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Catherine Phuong, mengatakan ada harapan untuk Universal Periodic Review.

“Ketika pemerintah menerima rekomendasi ke Dewan Hak Asasi Manusia, itu berarti bahwa mereka berkomitmen di depan masyarakat internasional untuk melaksanakan rekomendasi ini jadi ini akan sangat menjadi fokus kajian kedua. Pemerintah diharapkan telah menerapkan rekomendasi tersebut atau setidaknya membuat kemajuan,” kata Catherine Phuong.

Phuong mengatakan, Kepulauan Marshall merupakan salah satu negara yang memiliki catatan perjanjian ratifikasi hak asasi manusia terendah di wilayah Pasiifik. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PBB Melihat Kemajuan Hak Asasi Manusia di Marshall