Gubernur Minta Presiden Perhatikan Blok Masela

share on:

Ambon, Jubi/Antara – Gubernur Maluku Said Assagaff minta Presiden Joko Widodo memberikan perhatian serius penetapan pemberian participating Intertest (PI) 10 persen Blok Masela kepada daerahnya, karena sampai saat ini belum terealisasi.

“Perlu kami sampaikan bahwa sejumlah pertemuan telah dilakukan bersama pihak Kementerian ESDM, namun realisasi ke arah penetapan pemberian PI 10 persen Blok Masela kepada Provinsi Maluku sebagai daerah penghasil sampai saat ini belum terwujud,” kata Gubernur Said, di hadapan Presiden Joko Widodo, di Ambon, Kamis (7/5/2015).

Presiden berada di Ambon untuk membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2015.

Menurut dia, pihaknya menaruh harapan besar terhadap pemberian PI 10 persen Blok Masela, karena sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

“Kami menaruh harapan besar untuk mendapatkan PI 10 persen Blok Masela, ini dalam rangka mendorong peningkatan pendapatan daerah dan mengurangi ketergantungan dengan membangun kemandirian dan daya saing daerah,” katanya.

Selain minta perhatian serius PI 10 persen Blok Masela, Gubernur Said juga menekan kembali terkait kebijakan nasional di sektor kelautan dan perikanan yang telah memposisikan Maluku sebagai wilayah yang tepat untuk dijadikan Lumbung Ikan Nasional (LIN).

“Kami telah berproses secara intens dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, tetapi sampai saat ini belum terealisasi. Karena itu, kami minta Bapak Presiden berkenan memberikan sedikit penegasan untuk merealisasikannya,” katanya.

Pada kesempatan itu juga, Gubernur Said memberikan penghormatan yang tinggi kepada Presiden Joko Widodo terhadap agenda Nawacita lainnya, yakini memperkuat sektor maritim di Indonesia.

“Kami sungguh bersyukur bahwa Kabinet Kerja yang bapak pimpin, capaian-capaian progresif bidang maritim terasa menggembirakan. Kami berharap program Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dapat memberikan kontribusi positif,” katanya.

Selanjutnya, begitu juga pengembangan tol laut, pembangunan pelabuhan baru serta agenda-agenda pembangunan kemaritiman lainnya, dapat segera ditindaklanjuti termasuk di Maluku sebagai wilayah dengan karakteristik kepulauan.

“Kemaritiman Maluku sesungguhnya telah terkenal sejak dahulu khusus bagi bangsa-bangsa Eropa. Ini dibuktikan dengan adanya catatan sejarah yang diungkap berdasarkan kesaksian Wakil Tahta Suci Vatikan, setelah mewawancarai 17 orang yang selamat dalam ekspedisi ke Maluku mencari rempah-rempah,” kata Gubernur Said.

Ia menuturkan, hasil wawancara dari 17 orang yang selamat itu, bahwa yang mengelilingi dunia pertama kali sesungguhnya bukan Columbus melainkan Enrique Maluku putra asli negeri seribu pulau ini.

“Pembuktian dari kesaksian Vatikan itu selengkapnya bisa dibaca dalam buku karya Helmy Yahya dan Reinhard R Tawas yang berjudul, “Pengeliling Bumi Pertama adalah Orang Indonesia” Enrique Maluku yang dilaunching belum lama ini di Kota Ambon,” kata Gubernur Said. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Gubernur Minta Presiden Perhatikan Blok Masela