Sekolah Tetap Terima Siswa, Meski Tersandung Masalah

share on:
pendidikan
Kepala Sekolah SMP/SMA Satu Atap Wasur, Sergius Womsiwor. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi- Kepala Sekolah SMP-SMA Satu Atap Wasur, Sergius Womsiwor nmengatakan, tiga siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersandung masalah hukum dan sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merauke, siap diterima kembali untuk melanjutkan studi lagi di SMA tersebut jika dinyatakan lulus.

Hal itu disampaikan Sergius saat ditemui Jubi Selasa (12/5). “Memang betul ada tiga anak didik saya yang sedang menjalani hukuman di Lapas Merauke, karena tersandung kasus. Meski mereka di Lapas, namun tetap diberikan perhatian secara terus menerus hingga sampai mengikuti ujian,” katanya.

Dijelaskan, saat ujian sekolah, dua orang guru dari SMP/SMA Satu Atap Wasur yakni Polikarpus Boli dan Herman Budi melakukan bimbingan sekaligus mengawasi mereka selama ujian. Juga mempersiapkan ketiganya mengikuti ujian nasional yang sudah terlaksana beberapa minggu lalu.

“Saya selalu memantau perkembangan anak didik yang tersandung masalah, termasuk sampai di kepolisian hingga proses hukum ke pengadilan. Ya, tiga anak itu, semuanya sedang duduk di bangku SMP. Sehingga diberikan waktu untuk mengikuti pelaksanaan ujian,” katanya.

Ditambahkan, pihak sekolah sangat terbuka dan siap menerima mereka kembali jika ingin melanjutkan studi ke jenjang SMA. “Saya sangat senang jika mereka ingin kembali dan lanjut ke SMA, setelah menjalankan sisa hukuman akibat perbuatan yang dilakukan,” ujarnya.

Salah seorang guru di SMP/SMA Satu Atap Wasur, Polikarpus Boli mengatakan, saat berkomunikasi dengan ketiga anak itu, mereka mempunyai niat dan semangat yang sangat tinggi untuk melanjutkan studi lagi. “Saat saya mengawas, mereka sangat teliti dan hati-hati mengerjakan soal ujian,” katanya. (Frans L Kobun)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sekolah Tetap Terima Siswa, Meski Tersandung Masalah