AS Serukan Nauru Cabut Larangan Akses Facebook

share on:
Presiden Nauru, Baron Waqa. Photo: www.naurugov.nr
Presiden Nauru, Baron Waqa. Photo: www.naurugov.nr

Jakarta, Jubi – Pemblokiran terhadap akses Facebook di Nauru mendapat perhatian dunia internasional. Salah satunya Amerika Serikat yang mendesek pencabutan pembatasan tersebut.

Laporan Radio New Zealand melaporkan, Amerika Serikat mendesak pemerintah Nauru kembali membuka akses internet bagi warga negara di negara kepulauan terkecil di dunia tersebut.

Pemerintah Nauru, pada pekan lalu, mengeluarkan larangan dengan memblokir media sosial yang populer, yakni Facebook di negara tersebut. Terkait pemblokiran itu, Presiden Nauru, Baron Waqa, mengatakan hal tersebut dilakukan untuk melindungi warga negaranya dari pornografi dan tindak kekerasan.

Namun, langkah itu menuai banyak kritik dari pihak lawan yang mengatakan, pemblokiran akses internet adalah upaya pemerintah untuk membatasi kebebasan berbicara penduduknya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jeff Rathke, mengatakan dalam sebuah pertemuan terkait pemblokiran itu di Washington, bahwa warga negara Nauru dipastikan memiliki akses yang sangat terbatas dan terbuka ke internet, padahal, hal tersebut sangat penting untuk demokrasi yang sehat.

“Kami menyadari itu dan kami prihatin dengan laporan dari pembatasan internet baru-baru ini yang diberlakukan oleh pemerintah Nauru termasuk bahwa mereka blokir Facebook dan situs media sosial lainnya. Kami sudah pasti menyampaikan pandangan kita kepada pemerintah di sana (Nauru) dan menegaskan desakan kami agar pembatasan akses itu diangkat,” kata Jeff Rathke, Sabtu (16/5/2015). (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  AS Serukan Nauru Cabut Larangan Akses Facebook