Para Kepala Kampung Diultimatum Stop Bicara Politik

share on:
politik, pewpala kampung
Para kepala kampung dengar arahan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi-  Bupatiu Merauke, Romanus Mbaraka mengingatkanb kepada para kepala kampung untuk stop bicara politik dan mempengaruhi masyarakat menjelang pelaksanaan pemnilihan kepala daerah (Pilkada) Merauke yang akan berlangsung pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang.

“Saya sudah dengar banyak jika sejumlah kepala kampung terutama orang asli Papua,  memanfaatkan waktu untuk berbicara politik. Perlu diketahui bahwa tidak ada gunanya berbicara politik dan menjelekan orang. Lebih baik waktu yang ada dimanfaatkan untuk bekerja,” kata Bupati Merauke saat melepas puluhan kepala kampung untuk melakukan studi banding di Malang, Minggu (17/5/2015).

Sebagai kepala kampung, kata Bupati Merauke, harus bersikap netral dan tidak memihak kepada kandidat tertentu. “Kalian semua harus paham bahwa yang akan naik mobil dinas adalah bukan kalian sebagai kepala kampung. Tetapi pejabat bersangkutan. Olehnya, berhenti bicara politik, apalagi mempengaruhi masyarakat,” katanya.

Ditegaskan, lebih baik waktu yang ada dimanfaatkan untuk bekerja. Tidak ada nilai tambah yang akan kalian dapatkan  saat bicara politik. “Saya bicara keras demi kalian semua. Karena faktanya bahwa kehidupan masyarakat terutama di kampung-kampung lokal, masih jauh dari harapan. Mereka tidak maju seperti orang di lokasi transmigrasi,” ujarnya.

Tokoh Pemuda Marind, Beny Kaize menambahkan, sebagai aparat kampung, harus memposisikan diri dengan baik. Dimana, tidak jalan kesana kemari dan mempropagandakan calon bupati. “Saya kira aturan sudah sangat jelas. Dimana, kepala kampung harus bersikap netral,” kata Beny. (Frans L Kobun)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Para Kepala Kampung Diultimatum Stop Bicara Politik