Romanus: Tanah Milik Orang Asli Papua Tidak Dibeli

share on:
peninjauan
Presiden Jokowi saat meninjau lahan di Kampung Wapeko, Distrik Kurik. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi- Rencana pemerintah yang akan membuka lahan seluas kurang lebih 1,2 juta hektar untuk kegiatan pengembangan pertanian padi di Kabupaten Merauke, tidak serta merta bahwa tanah milik masyarakat sebagai pemilik hak ulayat dibeli. Itu tetap milik mereka tetapi hanya dimanfaatkan secara bersama sama guna kegiatan investasi dimaksud.

Hal itu disampaikan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka kepada Jubi Sabtu (23/5). Dijelaskan, selain lahan tidak dibeli dan hanya digunakan untuk kegiatan pertanian, juga sistem bagi hasil gabah akan dilakukan. Bagi hasil ini disepakati adalah 70:30 persen. 30 persen bagi pemilik hak ulayat. Sedangkan 70 persen adalah pemerintah dan sektor swasta yang membuka.

Perhitungan ini, lanjut Bupati Merauke, dilakukan setelah menghitung cost serta berbagai penganggaran lain yang sudah dilakukan. Jadi singkatnya, meskipun masyarakat yang nota bene sebagai pemilik hak ulayat tidak bekerja, tetapi tetap mendapat jatah gabah 30 persen dari setiap luasan lahan yang hendak dibuka.

Hal lain yang menjadi perhatian pemerintah adalah penyerapan tenaga kerja lokal. Meskipun kegiatan pembukaan lahan hingga panen menggunakan sistem mekanisasi, namun OAP akan dilatih terlebih dahulu untuk bisa ikut terlibat saat peralatan dimanfaatkan.

Dengan demikian, katanya, banyak dampak positif yang akan diterima oleh masyarakat pemilik hak ulayat.
“Memang pemerintah telah berkomitmen agar memberdayakan secara langsung orang Papua,” tambahnya.

Presiden RI, Jokowi beberapa waktu lalu mengatakan, dirinya menginginkan agar tenaga kerja yang bekerja di atas lahan tersebut adalah orang Merauke. Tidak boleh didatangkan dari luar. “Nah, tantangannya adalah apakah Bupati Merauke bisa mempersiapkan tenaga kerja dalam jumlah banyak atau tidak?,” katanya. (Jubi/Frans L Kobun)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Romanus: Tanah Milik Orang Asli Papua Tidak Dibeli