Perempuan Marshall Mendapat Kehormatan Anumerta Di Taiwan

share on:
Para pengunjuk rasa berbaris di ibukota Tahiti di Polinesia Prancis, pada September 1995, untuk mengecam pengujian nuklir Prancis di atol Mururoa. Foto: ROMEO GACAD / AFP
Para pengunjuk rasa berbaris di ibukota Tahiti di Polinesia Prancis, pada September 1995, untuk mengecam pengujian nuklir Prancis di atol Mururoa. Foto: ROMEO GACAD / AFP

Jakarta, Jubi – Seorang perempuan Marshall yang meninggal karena berjuang untuk keadilan bagi para korban tes senjata nuklir oleh Amerika di pulau-pulau negara Marshal mendapat penghormatan di Taiwan pada pekan ini dengan Global Cinta Lives penghargaan dari Yayasan non-profit Taipei.

Darlene Keju, yang mengalami masalah pada kesehatannya akibat uji-nuklir Amerika Serikat di pulau-pulau itu, membentuk kelompok non-profit yang diakui secara internasional bernama “Youth to Youth in Health in the Marshall Islands”.

Darlene Keju meninggal 19 tahun yang lalu akibat kanker dan merupakan satu-satunya orang di kepulauan Pasifik itu yang mendapat penghormatan.

Yayasam Pendidikan dan Kebudayaan Chou Ta-Kuan menganugerahkan penghoramatan kepada 19 orang dari seluruh dunia dalam sebuah upacara tahunan yang diluncurkan 18 tahun lalu setelah kematian seorang anak laki yang namanya diambil menjadi nama yayasan ini, yaitu bocah Taiwan berumur 10 tahun yang meninggal karena kanker.

Pemenang lain dari penghargaan yayasan tahun ini adalah dari Korea Selatan, Norwegia, Turki, Ekuador, China, Belgia, Jepang, Jerman dan Taiwan.

Mereka aktif dalam berbagai kampanye perdamaian, iklim, pendidikan, kesehatan, hak asasi manusia, dan proyek artistik.

Kelompok ini secara resmi akan menerima penghargaan pada Kamis (28/5/2015) di Kaohsiung. 19 penerima dipilih dari lebih dari 2.000 pelamar dari seluruh dunia. Selama kunjungan mereka ke Taiwan pekan ini, mereka akan berbagi cerita dengan siswa SMA, bertemu dengan Presiden Ma Ying Jeou-dan walikota New Taipei City dan Kota Taichung, dan mengunjungi anak-anak di rumah sakit lokal untuk berbagi pesan dan harapan.

Darlene Keju akan diwakili di Taiwan minggu ini oleh Editor Koran Marshall Islands Journal Giff Johnson, suaminnya selama 14 tahun.

Yayaysan Chou Ta-Kuan menjelaskan, Keju sebagai “Godmother Lingkungan” dari Kepulauan Marshall yang mengungkapkan kisah 67 US tes senjata nuklir di Bikini dan Enewetak untuk melindungi keselamatan dan kesehatan Kepulauan Marshall.

Meskipun kematian Keju di tahun 1996, organisasi kesehatan pemuda yang ia dirikan terus memberikan layanan kesehatan dan program pelatihan kepemimpian pemuda di Kepulauan Marshall.

Giff Johnson menerbitkan biografi tentang Keju pada 2013 berjudul, “Don’t Ever Whisper—Darlene Keju: Pacific Health Pioneer, Champion for Nuclear Survivors.” (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Perempuan Marshall Mendapat Kehormatan Anumerta Di Taiwan