Lima Tahun, SD Negeri 4 Timika, Belum Punya Gedung Sendiri

share on:
Kepala Sekolah SDN 4 Timika, Bruno Fatubun.(Jubi/Istimewa)
Kepala Sekolah SDN 4 Timika, Bruno Fatubun.(Jubi/Istimewa)

Timika, Jubi  –  Sejak dimekarkan dari SD Inpres Kwamki 2, hingga saat ini SDN 4 Timika belum memiliki bangunan sekolah sendiri atau lokasi pembangunan sekolah. Sehingga dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) harus menumpang ke sekolah induk, yakni SDI Kwamki 2.

Hal ini disampaikan Kepala SDN 4 Timika, Bruno Fatubun di Timika, Rabu (27/5), sekaligus menjelaskan, menumpangnya KBM di SDN 4 Timika sudah berjalan sejak 2010 lalu dan sampai sekarang. “Sehingga ini sangat mengganggu sekali dalam KBM, dikarenakan dengan jumlah siswa yang begitu banyak,” katanya.

Ia mengatakan, karena masih menumpang  di sekolah induk, maka KBM di SDN 4 sendiri harus dilakukan pada siang hari. Karena pagi hari digunakan oleh sekolah induk untuk pelaksanaan KBM. Walaupun demikian, pihaknya tetap melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kalender pendidikan yang sudah ada.

“ Kami sangat mengharapkan adanya perhatian dari pemda, untuk pengadaan gedung sekolah. Pasalnya setiap tahunnya banyak siswa yang masuk ke sekolah ini. Selain itu, dengan gedung sendiri tidak akan mengganggu KBM,”katanya.

Sementara itu, KBM SDN 7 Berjalan Normal, dimana dengan ditambahkannya tiga ruang belajar, maka kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 7 Timika berjalan dengan baik dan lancar.

“ Sebelum ada penambahan tiga ruangan tersebut, KBM di sekolah ini menggunakan sistem sift atau bergantian. Namun sekarang secara perlahan sudah berjalan dengan normal,” ujar Kepala SDN 7 Timika, Yopi S. Lonal, Rabu (27/5).

Ia menambahkan, tiga ruang belajar tersebut sudah digunakan sejak Februari lalu. Dimana pembangunan tiga ruangan tersebut, menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN). Namun pihak sekolah tidak ikut di dalam pengerjaan atau penunjukkan kontraktor tersebut.

“ Sekolah hanya tahu dan siap menggunakan saja, apalagi tiga ruang tersebut sudah lengkap dengan meja, kursi, dan papan tulis yang memperlancar pelaksanaan KBM,”katanya.

Kata dia, sebelum ada penambahan tiga ruangan ini pelaksanaan KBM menggunakan sistem sift. Bahkan terkadang KBM digabung. Namun sekarang ini sudah tidak lagi, karena sudah ada penamabahan.

Walaupun demikian, ia menambahkan, masih memerlukan perbaikan di beberapa bagian oleh kontraktor. Pasalnya setelah diperiksa oleh Bada Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Papua, bangunan tersebut masih memerlukan perbaikan. Dan ini sudah dilihat kontraktor, yang nantinya akan memperbaiki bangunan tersebut.

“ Kami berharap perbaikan kekurangan fasilitas ruangan itu segera selesai. Sehingga semua proses belajar mengajar di sekolah ini berjalan dengan baik,”katanya.(Eveerth Joumilena)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Lima Tahun, SD Negeri 4  Timika, Belum Punya Gedung Sendiri