BPKLN Fokus Bangun Infrastruktur di Perbatasan

share on:
Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Papua, Suzana Wanggai -  Jubi/Alex
Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Papua, Suzana Wanggai – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Provinsi Papua saat ini fokus untuk membangun infrastruktur khusus di wilayah perbatasan RI – PNG.

“Perbatasan ini memang kita lebih fokus untuk bagaimana bisa membuka jalan perbatasan dua Negara, yakni link road atau jalan lintas Negara langsung,” kata Kepala BPKLN Papua Suzanna Wanggai kepada wartawan, di Jayapura, Kamis (28/5/2015).

Menurut ia, selama ini dalam pertemuan dua Negara, ada tiga ruas jalan yang terus didorong supaya bagaimana aksesnya bisa langsung konektifitas.

Misalnya ruas jalan di wilayah Kombut Kabupaten Boven Digul dan Dome di wilayah Provinsi Western.
Kemudian Waris di Kabupaten Keerom dan Imonda-PNG. Selanjutnya ruas jalan di Sota dan Weam di perbatasan Merauke-PNG.

“Ini kita mau buka lagi Skouw Row di Papua dan Skouw Yau di PNG supaya bagaimana bisa apa yang namanya jalan resmi lintas langsung yang menghubungkan dua Negara,” ucapnya.

Hal ini diakukan, ujar Wanggai, supaya aktifitas masyarakat di dua Negara itu berjalan lancar. Sebab bukan hanya ekonomi saja akan tetapi daya angkut produk produk dari PNG ke Papua dan juga sebaliknya.

“Tetapi mereka juga bisa datang ke Papua untuk melakukan aktifitas sosial budaya. Ini penting sekali untuk meningkatkan hubungan antar dua Negara ini. Jadi harus ada konektifitas jalan darat,” kata Wanggai.

Ia katakan, saat ini konektifitas jalur darat yang sudah mulai dikerjakan seperti Disrtrik Waris, Ombut kemudian Sota. Sedangkan dari arah PNG menurutnya masih tersisa beberapa kilometer lagi. “Ini setiap tahun masih ada dan kita akan tanyakan dan akan saling menginformasikan didalam forum dua Negara ini,” katanya.

Sementara, saat ini Pemerintah Provinsi Papua juga mendorong untuk Skouw Row di Keerom dan Skouw Yau di PNG, supaya bisa ada jalan tembus. “Kalau kita belum sama sekali. Tetapi kalau PNG sudah sampai di titik batas,” ucapnya.

Sebelumnya. Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada di kawasan perbatasan, sangat dibutuhkan keseriusan seluruh stakeholder.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka koordinasi merupakan kunci utama dalam membangun perbatasan kedepan, sehingga tidak lagi ditemukan adanya program pembangunan yang saling tumpang tindih antar lembaga. (Alexander Loen)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BPKLN Fokus Bangun Infrastruktur di Perbatasan