Vanuatu Didesak Bangun Bangunan Anti Topan

share on:
Salah satu rumah penduduk di Vanuatu yang hancur akibat Topan Pam. Foto: RNZI / Koroi Hawkins
Salah satu rumah penduduk di Vanuatu yang hancur akibat Topan Pam. Foto: RNZI / Koroi Hawkins

Jakarta, Jubi – Seorang ahli manajemen darurat mengatakan Vanuatu perlu diperkenalkan tentang bangunan anti topan untuk menghindari kerusakan yang lebih besar dari bencana seperti Cyclone Pam.

Vanuatu menghadapi beban biaya rekonstruksi bernilai 450 juta dolar amerika setelah negara pulau itu dihancurkan oleh topan Pam, dua bulan yang lalu.

Jane Rovins dari Massey University mengatakan, mitra pembangunan Vanuatu perlu berbuat lebih banyak untuk membantu negara itu lebih siapa dalam menghadapi bencana.

“Kami menghabiskan miliaran dolar per tahun untuk penanggulangan bencana dan kami menghabiskan uang relatif banyak untuk pengurangan risiko bencana ketika kita tahu di negara berkembang untuk setiap dolar yang kita habiskan sekarang kita bisa menyimpannya hingga sepuluh dolar dalam menanggapi jika kita melakukan pengurangan risiko bencana. Jadi, sistemnya sebenarnya sudah ada, hanya kami yang tidak mempraktekkan apa yang kami beritakan itu,” kata Jane Rovins, mengutip Radio New Zealand, Kamis (28/5/2015).

Dr Rovins mengatakan, meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana di seluruh dunia memberikan tanda dan imbauan kepada semua pihak untuk membuat kebijakan pembangunan yang lebih cerdas. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Vanuatu Didesak Bangun Bangunan Anti Topan