Investigasi Paniai Hanya untuk Menyenangkan Jokowi

share on:
Ketua Pansus HAM DPR Papua, Laurenzus Kadepa - Jubi/Arjuna
Ketua Pansus HAM DPR Papua, Laurenzus Kadepa – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Tim Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Mabes Polri, dan Polda Papua dikabarkan ke di Enarotali, Paniai untuk melakukan investigasi kasus penembakan yang menewaskan empat siswa di wilayah itu akhir 2014 lalu.

Namun Ketua Pansus HAM DPR Papua Laurenzus Kadepa menilai, tim ke Paniai hanya untuk menyenangkan Presiden RI, Jokowi yang beberapa waktu lalu memerintahkan Polda Papua segera melaporkan perkembangan kasus Paniai.

“Tim dari Kemenko Polhukam, Polda Papua dan Mabes Polri ke Enarotali, Paniai. Mereka akan mencari data lagi, dan mau sosialisasi. Namun anehnya, mengapa Komnas HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) tak dilibatkan, agar hasilnya lebih independen. Saya menilai, ini hanya sekedar melaksanakan perintah dan menyenangkan Presiden Jokowi,” kata Kadepa kepada Jubi, Senin (1/6/2015).

Menurutnya, ia mendengar informasi, ada unsur pemaksaan yang dilakukan tim itu kepada keluarga korban, korban, kepala suku dan pihak terkait lainnya di Paniai.

“Ini demi mewujudkan keinginan mereka menggali mayat korban penembakan untuk diotopsi. TNI/Polri, jangan memaksa korban untuk memenuhi keinginannya. Saya menilai tak ada keseriusan mereka menyelesaikan masalah Paniai secara menyeluruh. Investigasi itu hanya sekedar simbol,” ucapnya.

Kasus penembakan di Paniai yang menewaskan empat siswa SMA dan melukai puluhan warga sipil terjadi pada 8 Desember 2014 lalu. Namun hingga kini pelaku dibalik aksi itu belum juga terungkap. Beberapa pihak sudah membentuk tim dan melakukan investigasi, Namun hasilnya masih nihil.

Beberapa waktu lalu, Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Yotje Mende mengatakan, ia ditelpon Presiden Jokowi dan memerintahkan pihak Polda Papua membukan kembali kasus Paniai dan segera melaporkan perkembangannya. (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Investigasi Paniai Hanya untuk Menyenangkan Jokowi