Program Studi PGSD di Boven Digoel Cacat Hukum

share on:

 

PGSD
Burhanuddin Zein, Mahasiswa Unibraw Malang

Merauke, Jubi – pembukaan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel setahun silam oleh Universitas negeri Musamus (Unmus) dinilai tidak memenuhi syarat dan cacat hukum. Alasannya karena program studi PGSD di kampus induk, masih dalam proses akreditasi.

Hal itu disampaikan mahasiswa calon doktor Universitas Brawijaya Malang, Burhanuddin Zein yang ditemui Jubi Rabu (3/6). Menurutnya, meskipun akreditasinya ada, namun masih C. Sementara sesuai aturan yang diamanatkan, pendidikan tinggi di luar tempat domisili, kampus induknya harus berstatus grand A. Itu baru bisa ada kebijakan untuk membuka jalur pendidikan di luar.

“Bagi saya, ini pantas untuk dipertanyakan dengan sistem yang diterapkan kepada para mahasiswa dan mahasiswi yang saat ini sedang melanjutkan studi di PGSD Boven Digoel,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, secara kepegawaian, ijazahnya bisa saja akan dipertanyakan kembali, apakah dapat dilakukan penyesuaian oleh Menpan atau tidak. Ini yang harus ditekankan. “Bagi saya, managemen yang diterapkan di Unmus Merauke, sudah carut marut dan harus segera diperbaiki,” pintanya.

Rektor Unmus, Philipus Betaubun yang dihubugi melalui pesan singkatnya, belum sempat memberikan jawaban, terkait pernyataan  yang disampaikan oleh Burhanuddin Zein. (Frans L Kobun)

 

Editor : Angela
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Program Studi PGSD di Boven Digoel Cacat Hukum