Panja Pasar Mama – Mama Memiliki Tiga Tugas

share on:
Ketua Panja Pasar Mama - Mama DPR Papua, Natan Pahabol - Jubi/Arjuna
Ketua Panja Pasar Mama – Mama DPR Papua, Natan Pahabol – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Panitia Kerja (Panja) Pasar Mama – Mama Papua diberi waktu enam bulan atau maksimal satu tahun memastikan pasar permanen para pedagang asli Papua yang tergabung dalam Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) alias mama – mama Papua. Ada tiga tugas utama yang harus dilakukan Panja.

Ketua Panja Pasar Mama – Mama Papua, Natan Pahabol mengatakan, tiga tugas itu yakni mencari lokasi pembangunan pasar, mencari anggaran pembangunan tahap awal, dan menyiapkan peletakan batu pertama.

“Lokasi pasar sudah jelas di lahan Perum Damri. Tinggal kami mengupayakan anggaran pembangunan awal pada sidang APBD perubahan Juli mendatang. Tapi kami belum bisa pastikan berapa jumlahnya. Kalau sudah ada anggaran, kami menyiapkan pembangunan awal agar dilakukan peletakan batu pertama oleh gubernur,” kata Natan Pahabol ketika menghubungi Jubi, Rabu (3/6/2015) petang.

Menurutnya Perum Damri akan pindah sementara ke lokasi bengkel Dinas PU di Pasir II, Kota Jayapura selama kurang lebih dua tahun, sambil menunggu pembangunan kantor permanen mereka di Jalan Baru, Kotaraja, Kota Jayapura rampung.

“Jadi jangan lagi ada yang menghalang – halangi pembangunan kantor Damri di Jalan Baru. Masalah ulayat sebenarnya sudah diatasi oleh pemerintah sejak dulu. Kalau ada yang halangi, akan berhadap dengan proses hukum. Kalau ada pihak yang tak senang dengan penggunaan itu silahkan berurusan dengan pemerintah,” ucapnya.

Katanya, DPR Papua juga akan memediasi rapat yang melibatkan pihak Perum Damri dan BUMN dari Jakarta, untuk MoU antar Perum Damri dengan Pemprov Papua.

“Jika sudah ada MoU, itu sudah sah dan kami akan undang mama-mama. Kini kami belum bisa undang mama – mama karena kami masih mempersiapkan semuanya. Akan ada waktu kami undang mama – mama,” katanya.

Sementara Sekretaris Panja DPR Papua, Deerd Tabuni mengatakan, sengketa lahan untuk Damri di Jalan Baru sebenarnya tak ada masalah lagi. Tak alasan pembangunan kator permanen Perum Damri ditunda, agar kantor mereka kini dijadikan lokasi pembangunan pasar mama – mama Papua.

“Identitasi orang asli Papua salah satunya di pasar mama-mama itu. Kalau perlu  pakai cara pemerintah untuk melakukan pembangunan,” ucap Deerd. (Arjuna Pademme)

 

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Panja Pasar Mama – Mama Memiliki Tiga Tugas