Diduga Ada Honorer K2 Siluman di DPR Papua

share on:
Salah satu tenaga honorer K2 DPR Papua, Martinus Kegiye - Jubi/Arjuna
Salah satu tenaga honorer K2 DPR Papua, Martinus Kegiye – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Tenaga honorer Kategori Dua (K2) di kantor DPR Papua menduga ada honorer siluman yang disisipkan ke data base tenaga honorer DPR Papua dan diajukan ke Badan Kepegawain Daerah (BKD) Papua.

Salah satu tenaga honorer K2 DPR Papua, Martinus Kegiye mengatakan, dugaan itu muncul setelah pihaknya mengecek kembali dokumen yang diserahkan ke Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM.

“Honorer di DPRP yang dimasukkan jumlahnya hanya ada 51 orang. Dalam dokumen yang diajukan itu, ada kurang lebih 10 orang bukan tenaga honorer K2 di DPRP. Kami yang sudah bekerja di DPRP kurang lebih tujuh tahun, tak semua diakomodir. Ada kurang lebih 60 orang honorer K2 yang setiap harinya bekerja di DPR Papua,” kata Martinus Kegiye kepada Jubi, Kamis (4/6/2015).

Menurutnya, sebagai salah satu honorer di DPR Papua, ia berharap data itu revisi kembali dan mengakomodir para honorer yang belum diakomodir, seperti dirinya.

“Kalau belum direvisi, Kepala BKD Papua jangan memproses data itu. Saya temukan dalam dokumen, ada kelahiran 1991 disebutkan sudah sembilan tahun honor di DPRP. Berarti dia kelas III SMA sudah honor. Ada juga kelahiran 1993 disebutkan sudah honor tujuh tahun. Ini jelas manupulasi. Kami akan cari tahu siapa yang mengusulkan nama – nama honorer K2 itu,” ucapnya.

Katanya, ia sudah menyampaikan itu kepada Komisi I DPR Papua. Ketua Komisi I DPR Papua, Elvis Tabuni dan anggota Komisi I, Ruben Magay kata Martinus, baru mengetahui setelah menerima laporan.

“Beliau berjanji akan mengecek kembali. Ketua Komisi I menyatakan, ini harus dirapatkan kembali. Pihak Komisi I mendukung kami. Ini bukan aspirasi saya sendiri, tapi mewakili teman – teman honorer lainnya di DPRP,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyau mengatakan, ketika penerimaan CPNS mendatang, tenaga honorer K2 yang sudah mengabdi puluhan tahun harus diprioritaskan.

“Jangan sampai justru mereka yang tak pernah mengabdi sebagai tenaga honorer yang diutamakan. Jangan mengabaikan tenaga honorer K2. Justru mereka yang harusnya diprioritaskan,” kata Mathea kala itu. (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Diduga Ada Honorer K2 Siluman di DPR Papua