PR III Ditekan, Posko Mahasiswa Uncen untuk MSG Dibongkar

share on:
Kapolsek Abepura M.W. Asmuruf saat bernegosiasi dengan mahasiswa pasca pembongkaran posko (Jubi/Mawel)
Kapolsek Abepura M.W. Asmuruf saat bernegosiasi dengan mahasiswa pasca pembongkaran posko – Jubi/Mawel

Jayapura, Jubi – Kepolisian Sektor (Polsek) Wilayah Abepura membongkar posko Papua for MSG yang didirikan mahasiswa Papua bersama Gerakan Mahasiswa Pemuda Rakyat Papua (GempaR), Forum Independen Mahasiswa (FIM), Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Umel Mandiri, pada (6/6/2015) pukul 18:30 waktu Papua.

“Kami membongkar posko atas perintah Polda Papua melalui Polresta Jayapura. Kami melakukan perintah langsung dari atasan. Perintah ini turun atas permintaan pihak kampus melalui Pembantu Rektor III yang menangani kemahasiswaan,” ungkap Kapolsek Abepura, Ajun Komisaris Polisi Besar (AKPB), M.W. Asmuruf yang memimpin pembongkaran pondok itu kepada awak media di samping reruntuhan posko.

Kata Asmuruf, pihaknya melakukan pembongkaran melalui prosedur yang sudah diatur. Pihaknya telah menerima permintaan melalui Polda Papua dari pihak kampus untuk membongkar posko dengan alasan mengganggu aktivitas akademik. Polda Papua merespon permintaan itu dengan menerbitkan surat perintah pembongkaran. Sebelum melakukan pembongkaran ada pemberitahuan lisan kepada mahasiswa. “Kami sudah berikan batas waktu sampai jam 5 sore. Mereka tidak bubar. Kami datang bongkar. Surat tugas kami sudah serahkan ke mahasiswa,” katanya santai.

Pembantu Rektor III, Universitas Cendrawasih, Fredrik Sokoy membenarkan pihak kampuslah yang mengajukan permintaan pembongkaran posko. Ada tiga alasan yang mendasari dirinya meminta pihak kepolisian membongkar posko itu. Pertama, keberadaan posko sangat mengangu kenyaman kampus. Kedua, aksi-aksi yang mahasiswa lakukan diluar kajian akademis. Ketiga, yang mendirikan posko bukan organisasi kampus. “Saya sudah sampaikan ke mereka, sampaikan maksud maksud melalui BEM supaya maksud dikemas dengan kajian-kajian akademis,” ungkap Sokoy.

Pria yang sangat dekat dengan para mahasiswa ini mengatakan pihaknya pun mengajukan permohonan pembokaran atas tekanan. Pihak-pihak yang memainkan logika keamanan menekan otoritas kampus untuk segera mengatasi gerakan mahasiswa.
“Bapa dorang juga ada dalam tekanan. Bisa dikatakan logikanya keamanan. Mereka terus menerus menekan, kampus sebesar ini kok tidak bisa atasi. Bagaimana bapak bisa membiarkan?” ungkap Sokoy menjelaskan desakan kepada dirinya sejak mahasiswa mendirikan posko di lokasi pembongkaran Posko.

Samuel Womsowor, aktivis GempaR dengan tegas mengatakan pembongkaran posko itu tidak membongkar ideologi yang sedang terpatri dalam diri para mahasiswa. Ideologi mereka yang mereka suarakan dengan cara-cara yang bermartabat, jauh dari yang kampus tuduhkan, mengganggu keamanan, akan terus bergema.
“Pembongkaran posko tidak membubarkan kita. Kita tetap bersatu dan ada demi Papua berdaulat sendiri. Kami yakin , biar posko dibongkar, suatu saat pasti Papua menjadi anggota MSG dan suatu saat pasti Papua Merdeka,” tegasnya. (Jubi/Mawel)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PR III Ditekan, Posko Mahasiswa Uncen untuk MSG Dibongkar