Indonesia Perlu Kembangkan Potensi Minyak Bagian Timur

share on:
Pengeboran minyak lepas laut - IST
Pengeboran minyak lepas laut – IST

Pekanbaru, Jubi/Antara – Unsur pemangku kepentingan Indonesia perlu menngembangkan potensi minyak di bagian timur yang terdiri dari Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua karena saat ini hasil produksi dari tempat tersebut hanyalah sembilan persen nasional dan selebihnya dari wilayah barat.

“Perlu dikembangkan, namun banyak tantangan. Kalau di Bagian Barat ada infrastruktur seperti pelabuhan dan kota besar. Sedangkan di timur jalan masih tidak ada dan masih banyak hutan,” kata Advisor Petroleum Engeneer PT Chevron Pasific Indonesia, Paulus Suryono Adi Soemarta di Pekanbaru, Minggu (7/6/2015).

Akan tetapi itu harus diupayakan karena energi di Indonesia sudah mengalami titik balik sejak tahun 2004. Dimana sebelumnya adalah negara pengekspor dan kemudian menjadi pengimpor karena menggunakan minyak lebih dari yang dihasilkan.
“Konsumsi minyak Indonesia dalam satu tahun adalah 1,6 juta barrel per hari. Sedangkan produksi saat ini hanya 800 ribu lebih barrel per hari,” ungkapnya.

Selain itu, dengan mengimpor setengah kebutuhan per tahun, dampaknya juga mempengaruhi Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Jika impor terus naik, kata dia, situasinya akan membahayakan dan diprediksi tahun 2020 saja industri minyak akan menjadi “Business as Usual” saja.

Oleh karena itu, selain mengembangkan minyak di bagian timur dan peningkatan produksi wilayah barat, perlu juga konservasi energi atau penghematan. Kemudian harus diiringi juga dengan peningkatan energi terbarukan.

PT CPI sendiri secara keseluruhan di Riau saat ini rata-rata produksinya berjumlah 300Ribu barrel lebih per hari. Ladang produksinya antara lain di Duri, Minas, Petapahan dan Kota Batak.

Sementara itu, Kepala Operasional Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Wilayah Sumatera Bagian Utara, Rudi Fajar mengatakan bahwa peningkatan dan penemuan minyak akan susah jika semua pihak tidak saling mendukung. Tujuannya untuk membuat investor mau melakukannya.
“Karena untuk industri migas harus ada teknologi dan dana yang besar. Pada prinsipnya, SKK Migas mendukung kontraktor baik itu dalam dan luar negeri,” ujarnya. (*)

Editor : Victor Mambor
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Indonesia Perlu Kembangkan Potensi Minyak Bagian Timur