Elemen Masyarakat Tak Ingin Insiden Organda Jayapura Berimbas di Jayawijaya

share on:
Pertemuan Kapolres bersama seluruh tokoh masyarakat, adat, agama di Polres Jayawijaya untuk tetap menjaga situasi kamtibmas di Jayawijaya - Jubi/Ist
Pertemuan Kapolres bersama seluruh tokoh masyarakat, adat, agama di Polres Jayawijaya untuk tetap menjaga situasi kamtibmas di Jayawijaya – Jubi/Ist

Wamena, Jubi – Menyikapi terjadinya insiden pertikaian antar warga yang terjadi di perumahan Organda, Distrik Abepura, Kota Jayapura, seluruh element masyarakat sepakat tak ingin agar kejadian tersebut meluas ke wilayah pegunungan Papua khususnya di Kabupaten Jayawijaya.

Kepolisian Resort Jayawijaya bertindak cepat untuk melakukan pencegahan adanya dampak dari kerusuhan yang terjadi di Kota Jayapura, dengan melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh masyarakat, agama dan juga adat serta para ketua peguyuban di Kabupaten Jayawijaya.

Hadir dalam pertemuan tersebut Dandim 1702/Jayawijaya, Ketua DPRD Kabupaten Jayawijaya, Kakesbang Kabupaten Jayawijya dan berbagai tokoh adat, agama, pemuda, LMA dan juga ketua-ketua ikatan kerukunan.

Ketua Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) se Pegunungan Tengah, Christian Manaputty menjelaskan, kejadian yang ada di Jayapura Kota jangan sampai ada masalah yang sama terjadi di Jayawijaya dan permasalahan di Jayapura biarlah diselesaikan di Kota Jayapura, karena ada wilayah hukumnya sendiri dan jangan mencampurkannya dan warga masyarakat Maluku adalah anak dari suku lembah baliem.
“Kami sepakat agar kejadian di Jayapura tidak berimbas di Wamena dan sekitarnya, makanya kami harapkan agar semua pihak tetap menjaga tali persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang saat ini,” kata Christian Manuputty kepada wartawan usai pertemuan di Mapolres Jayawijaya, Rabu (10/6/2015).

Disisi lain tokoh adat Baliem, Naligi Kurisi mengungkapkan, dengan apa yang terjadi di Kota Jayapura baru-baru ini membuat masyarakat Jayawijaya trauma.
“Kami selaku tua-tua adat sangat perihatin karena dulu orang Ambon sudah diterima menjadi satu suku, satu komando dan setelah hal ini terjadi prinsip kami itu hanya oknum sekelompok warga begitu juga pembunuhan itu adalah oknum, maka kami tua-tua seluruh lembah tidak ingin hal ini menyebabkan konflik antar Maluku dan Papua, maka dari itu masalah di laut jangan di bawa ke gunung,” harap Naligi Kurisi.

Hal yang juga disampaikan Herman Doga dari Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Jayawijaya. Dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat pegunungan tengah dan Maluku bahwa di sisi kekeluargaan masyarakat Ambon adalah masyarakat Baliem Jayawijaya.

“Sebagai masyrakat adat selalu menghadapi hukum adat di lembah ini, kejadian sekarang ini atas nama seluruh masyarakat adat perdamaian secara kekeluargaan tetap jalan dan permasalahan hukum tetap jalan harus diperiksa sesuai hukum. Saya menghimbau kepada seluruh masyrakat agar dapat saling menghargai proses hukum dan adat yang ada di Papua dan pelaku anak-anak maupun oknum ini harus berdamai dan proses hukum harus jalan,” harap Herman Doga.

Sementara itu Kapolres Jayawijaya, AKBP Semmy Ronny Thaba mengakui bahwa pertemuan tersebut untuk memfasilitasi dampak yang berkembang dari keributan di Jayapura dan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah dampak yang meluas ke Kabupaten Jayawijaya.

Dirinya berharap dengan pertemuan tersebut, menjadi langkah antisipasi untuk mencegah terjadiya hal yang sama di Kabupaten Jayawijaya.
“Masalah di Jayapura jangan dibawa ke Kota Wamena. Ini adalah hal yang kita lakukan dalam rangkan untuk antisipasi dan kita sudah lakukan juga rangkaian kegiatan razia serta melakukan peningkatan antisipasi perkembangan isu dari Jayapura dengan tujuan sajam dan miras,” ujar Kapolres.

Dari hasil rapat tersebut juga sepakat untuk merasa perlu menjaga kamtibmas dan terkendali keamanan di wilayah hukum Polres Jayawijaya.
“Besok (hari ini) kita juga akan lakukan penandatangan komitmen bersama, untuk menolak keributan yang terjadi di Jayapura agar di selesaikan di Jayapura secara hukum,” ungkap Kapolres. (Islami)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Elemen Masyarakat Tak Ingin Insiden Organda Jayapura Berimbas di Jayawijaya