Ada Wajah Manusia Dibalik Air Terjun Cycloop Sentani

share on:
Terlihat Wajah Manusia di Air terjun Cycloop. doc/Wens Tebay
Terlihat Wajah Manusia di Air terjun Cycloop. doc/Wens Tebay

Jubi, Jayapura – Selasa, 2 Juni 2015, di dalam kalender seluruh indonesia tentunya libur nasional karena merupakan hari Raya Waisak. Kami dari dari komutitas www.papuansphoto.wordpress.com berencana melalukan hunting di air terjun Cyloop Sentani Papua. Hunting istilah kami untuk pergi berburu foto.

Kami mulai saling komunikasi via sms dan calling antara teman-teman #papuansphoto, setelah melakukan komunikasi tepat jam 9:30 WIT kami sepakat untuk berkumpul di gapura Expo Waena Jayapura, tepat pukul 10.00 WIT kami kumpul namun tidak semua teman-teman kami ikut hunting kali ini, kali ini yang datang dan kumpul di gapura Expo Waena. Kami hanya bertiga, saya sendiri (Whens Tebay), Thedy Pekey dan teman satu orang perempuan Kodi Rina Gobay. Tepat pukul 10:05 WIT kami mulai melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Perjalanan dari Expo Waena hingga Pos 7 Sentani memakan waktu ±25 menit. Di Pos 7 Sentani, kami bertemu teman kami di depan kampus STT Walter Post Sentani, Alek Giyai, Semi Douw dan Ferry Tekege. Dari Kampus STT Walter Post Sentani, kami berenam mulai naik ke arah Gunung Cycloop, hingga tiba di jalan masuk air terjun. Kami memarkir motor kami masing-masing di halaman salah satu rumah warga yang dekat dengan jalan masuk air terjun.

Dari rumah warga hingga PDAM jarak yang ditempuh sekitar 200 meter, sambil bercanda gurau kami melakukan perjalan ini, cuaca sangat bersahabat dengan kita sangat cerah dan langit kebiru-biruan, kami mulai melakukaan perjalanan dengan berjalan kaki dan memanjat gunung, hingga tiba di kali air terjun pertama. Kami sangat kelelahan. Kami beristirahat sejenak, lumayan baju kami semua basah dengan keringat. Kami istirahat sekitar 10 menit, dari tempat peristirahatan kami yang pertama, kami melihat ke arah selatan tepatnya Kota Sentani, landscape ke Kota Sentani sangat indah.

Setelah istirahat, kami mulai melakukan perjalanan lagi mendaki gunung. Jalannya mulai terjal dan berbatuan. Sepanjang kali itu banyak anak-anak muda yang datang berekreasi di sini ada juga yang pulang membawa hasil kebun buah merah mereka, Kami berhenti sejenak,sambil melihat anak-anak muda itu sedang mandi dan bakar ayam. Kami memberi salam kepada mereka sebagai persudaraan, setelah itu kami melanjutkan perjalanan mendaki gunung lagi, sambil bercanda gurau, kami terus mendaki gunung. Kami saling mengejek sampai tertawa berbahak-bahak agar rasa lelah hilang dan bisa bersemangat terus.

Hingga tiba di tempat peristirahatan yang ke-3, kami semua dikagetkan dengan seekor ular, panjangnya mencapai 30cm dan lebarnya 3cm. Sayang, ular itu rupanya sudah mati, hanyut dari ketinggian air terjun. Teman Semi Douw mengangkatnya dengan kayu dan mulai menakut-nakuti kami satu persatu. Teman-teman yang ketakutan dan marah-marah. Semi membuang ularnya ke tepi kali lalu kami mulai lanjut lagi memanjat tebing. Kali ini untuk mencapai terjun paling atas, tebingnya sangat terjal dan curam. Kami mulai naik seperti spiderman yang sedang berjalan di tembok, hahhahahhahha, ada lucunya tetapi menakutkan juga, kalau jatuh tentunya cedera serius, bahkan tulang patah-patah.

Dengan sekuat tenaga akhirnya kami berenam tiba di puncak terjun paling atas. Waktu di jam tangan saya menunjukan pukul 14;10 WIT. Di posisi ini, pemandangannya sangat luar biasa, bahkan dua kali lipat indahnya. Kami menghadap ke utara, berhadapan langsung dengan air terjun yang sejuk dan dingin, dihiasi dengan berbagai kupu-kupu beranekah warna berterbangan kian kemari. Jika berbalik ke arah selatan, terbentang pemandangan Kota Sentani, Doya. Sungguh indah, petualangan yang luar biasa indahnya, Tuhan berikan alam Papua yang begitu indah.

Seperti tujun kami sebelumnya, kami mulai mengeluarkan kamera masing-masing dari dalam tas dan mulai mengambil gambar di tempat ini. Biasanya para cewek lebih suka foto selfie, teman perempuan Kodi Gobay mulai mengeluarkan HP dan memulai aksi selfienya. Namun dia kaget ketika dalam fotonya ada tampak wajah manusia di air terjun, “wooiiii kam semua lihat, macamnya di air terjun ini ada keajaiban alam, ada penampakan wajah di air terjun ini.”

Saya pun mengeluarkan kamera dan memastikan apa benar atau tidak. Karena saat melihat dengan mata telanjang, sosok wajah manusia yang berada di antara air terjun tidak terlihat.

sewaktu saya mengambil beberapa gambar, ternyata benar, penampakan alam, keajaiban batu di air terjun itu, terbentuk wajah manusia. Menurut pendapat saya, wajah dari penampakan alam, ini seperti wajah manusia yang sudah ribuan tahun. Mau katakan, wajah nenek-nenek pun salah, mau katakan wajah tete-tete (kakek-kakek) juga salah. Yang jelasnya ini seperti wajah manusia yang sedang menangis.

Berhubungan waktu semakin sore, kami hanya mengambil gambar dan mengabadikan moment indah di air terjun ini selama 30 menit, lalu kami warga www.papuansphoto.wordpress.com mulai turun dan pulang, Itulah perjalanan kami selama liburan sehari. (@whenstebay)

 

Editor : Angela
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ada Wajah Manusia Dibalik Air Terjun Cycloop Sentani