Polda NTB Selidiki Kasus Pemalsuan Akun Facebook

share on:

Mataram, Jubi/Antara – Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Nusa Tenggara Barat menyelidiki kasus pemalsuan akun media sosial Facebook dengan pelapor Abdul Rasyd, pegawai negeri sipil Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB.

Kapolda NTB melalui Kasubdit II Ditreskrimsus, AKBP Darsono Setyo Adjie, di Mataram, Senin (15/6/2015), mengatakan laporan Abdul Rasyd telah masuk tahap penyidikan setelah penyidik meneliti akun media sosial Facebook palsu yang menyerupai milik AR.

“Akun media sosial yang palsu itu inisialnya RP, isinya serupa dengan akun pribadi milik Abdul Rasyd,” katanya.

Penanganan kasus yang mulai dilaporkan sejak April 2015 itu telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk salah seorang perempuan yang diketahui bekerja sebagai guru taman kanak-kanak (TK) berinisial E.

“Guru TK E merupakan mantan kekasih Abdul Rasyd, jadi diduga akun palsu itu adalah ulah dari E karena yang bersangkutan merasa tidak terima hubungan cintanya berakhir begitu saja,” ucapnya.

Isi dari akun Facebook yang berinisial RP itu mirip dengan akun asli milik Abdul Rasyd. “Foto-foto dan profilnya mirip dengan akun aslinya Abdul Rasyd,” kata Darsono.

Namun, lanjut dia, setelah meneliti dan memeriksa akun palsu tersebut, penyidik tidak menemukan adanya bentuk pidana penghinaan atau pencemaran nama baik.

Oleh sebab itu, Darsono berencana memanggil E untuk diperiksa sebagai saksi terkait dengan keterangan mantan kekasihnya yang kini telah menikah itu.

“Guru TK E belum kami panggil dan periksa, rencananya dalam waktu dekat ini,” ucap Darsono.

Nantinya, jika penyidik telah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, tersangka akan dijerat dengan Pasal 35 Undang-Undang ITE Tahun 2008 dengan pidana ancaman 12 tahun penjara.

“Pasal itu terkait dengan pemalsuan ataupun manipulasi data yang seolah-olah identik dengan aslinya,” kata Darsono. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Polda NTB Selidiki Kasus Pemalsuan Akun Facebook