Bupati Jayapura Cetuskan Kebangkitan Masyarakat Adat

share on:
Bupati Jayapura - Jubi / Engel Wally
Bupati Jayapura – Jubi / Engel Wally

Sentani, Jubi – Dalam kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Jayapura saat ini, peran dan fungsi masyarakat adat di Kabupaten Jayapura benar – benar diperioritaskan dalam segala hal.

Hal ini dibuktikan dengan ruang dan kesempatan yang diberikan sampai dengan tercetusnya hari Kebangkitan masyarakat adat yang peringati setiap tahun pada Bulan Oktober.

“ Dua tahun lalu kita telah menetapkan bulan oktober tepatnya di tanggal 24 sebagai hari kebangkitan masyarakat adat di kabupaten jayapura, ruang dan kesempatan serta wewenang penuh telah diberkan kepada mereka untuk menentukan nasib mereka sendiri,” jelas Bupati Jayapura Matius Awoitau di Kantornya, Selasa (16/6/2015).

Ruang dan kesempatan ini adalah sistem pemerintahan di kampung masing – masing, aturan serta regulasi adat istiadat di Kampung dikerjakan dan dilaksanakan oleh mereka yang disebut masyarakat adat pada satu Kampung.
“ Pemerintah bahkan menurunkan dana yang cukup besar kekampung, masyarakat adat arus menjadi garda terdepan untuk mengawal dan bersama – sama dengan pemerintah kampung melaksanakan apa yang telah di putuskan sebagai program pembangunan di kampung masing – masing, ini yang kami sebut ruang dan kesempatan penuh. Tetapi kalau sampai hal ini sia – sia dan tidak dilaksanakan maka sia – sia juga harapan kita selama ini terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Lanjut Bupati, FDS adala salah satu contoh kongkrit yang harusnya masyarakat adat benar – benar mengambil alih didalamnya, dengan memberikan sumbangsi pikiran kepada Kami sebagai pelaksana kegiatan.

“ jangan kita mempolitisir segala sesuatu dengan mengatasnamakan masyarakat adat, FDS ini adalah tugas dan wewenang dari masyarakat adat untuk melaksanakan dan mensukseskannya bukan memberikan statmen yang memperkeruh situasi dengan hadirnya ifen budaya ini, saya pikir ini pikiran yang keliru, FDS harusnya masyarakata adat yang menjadi garda terdepan juga dalam pelaksanaannya,” ungkap Bupati.

Sebelumnya Ketua Dewan Adat Suku Sentani Demas Tokoro bersama dengan masyarakat adat telah memberikan statemen tentang keinginan mereka ingin membokot FDS Tahun ini. Hal ini dipicu karena kurang adanya kesiapan yang baik dari panitia penyelenggara dalam melaksanakan ifen budaya tahunan ini. (Engel Wally)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bupati Jayapura Cetuskan Kebangkitan Masyarakat Adat