Tanah Ulayat Hambat Investasi di NTT

share on:

Kupang, Jubi/Antara – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nusa Tenggara Timur, Wayan Darmawa, mengatakan salah satu faktor yang menghambat perkembangan investasi di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini adalah persoalan tanah ulayat.

“Persoalan tanah di NTT memang gampang-gampang susah karena sebagian besar adalah tanah ulayat. Investor sering membatalkan niat untuk menanamkan modalnya karena masalah kepemilikan tanah,” kata Wayan Darmawa, di Kupang, Rabu (17/6/2015).

Dia mengatakan hal itu ketika ditanya soal keinginan para investor dari Tiongkok untuk menanamkan investasinya di Indonesia, khususnya di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, untuk mempercepat transformasi perdagangan lewat jalur Tol Laut seperti yang diinginkan Presiden Joko Widodo.

Para investor sangat siap untuk membangun infrastruktur jalan dan jembatan, namun masih ada kekhawatiran soal hak kepemilikan atas tanah yang selama ini menjadi momok yang menakutkan.

Dalam kaitan dengan persoalan kepemilikan lahan, pilihan yang paling mungkin adalah investasi itu harus memberi manfaat pada suku dalam waktu yang panjang.

Misalnya, suku-suku yang mewarisi lahan tersebut bisa menjadi tenaga kerja atau menjadikan tanah sebagai saham.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Nusa Tenggara Timur, Semuel Rebo, mengakui masalah lahan memang masih menjadi kendala dalam investasi di daerah tersebut.

Karenanya, harus dipikirkan adanya peraturan khusus, baik di tingkat nasional maupun daerah yang mengatur tentang penggunaan lahan masyarakat untuk kepentingan investasi.

Hal yang harus diatur adalah adanya pemberian nilai tambah bagi masyarakat pemilik lahan, tetapi juga tidak memberatkan para investor yang ingin berinvestasi.

Dalam kaitan ini, kata dia, pemerintah kabupaten juga harus memberi peran dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat pemilik lahan, terutama memberikan pemahaman tentang manfaat adanya investasi bagi daerah dan masyarakat lokal. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tanah Ulayat Hambat Investasi di NTT