Polres Jayawijaya Lidik Tiga Dugaan Korupsi

share on:
Kasat Reskrim Polres Jayawijaya, Iptu I Wayan Laba. Jubi/Islami
Kasat Reskrim Polres Jayawijaya, Iptu I Wayan Laba. Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Polres Jayawijaya saat ini sedang melakukan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi di tiga kabupaten berbeda yang masuk dalam wilayah hukum Polres Jayawijaya.

Ketiga kasus yang tengah dilakukan tindaklanjut ialah dugaan tindak pidana korupsi dana penanggulangan bencana di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayawijaya, pembangunan sarana komunikasi atau tower jaringan telepon di Yalimo serta pembangunan kantor Bawasda di Kabupaten Nduga.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Semmy Ronny Thabaa melalui Kasat Reskrim, Iptu I Wayan Laba mengatakan, untuk dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana belanja tidak terduga BPBD Jayawijaya tahun 2011 hingga kini kasusnya tetap jalan dan sudah tahap I.

“Kemudian pemeriksaan dari Kejaksaan berkasnya belum lengkap istilahnya P19, sehingga saat ini kita memenuhi P19 atau petunjuk yang diberikan oleh kejaksaan. Mungkin dalam waktu dekat kita mengirimkan berkas kembali untuk mungkin bisa P21 atau berkas dinyatakan lengkap oleh kejaksaan,” kata I Wayan.

Sedangkan untuk tersangkanya, kata Kasat Reskrim, ada dua orang dengan inisial NM yang dulunya menjabat sebagai kepala BPBD Jayawijaya dan EA staf BPBD Jayawijaya.

“Kasus ini kaitanya dengan penanganan bencana tahun 2011, dana yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk penanggulangan bantuan bencana ternyata tidak sepenuhnya diturunkan ke masyarakat yang terkena dampak bencana. Kerugian berdasarkan hasil audit BPKP sekitar 400 juta rupiah,” jelas I Wayan.

Sedangkan untuk dugaan korupsi di Kabupaten Yalimo yaitu pembangunan sarana komunikasi atau tower pada tahun 2011, polisi tetap menindaklanjutinya.

“Sebenarnya sudah tahap I juga, namun sekarang masih tahap pemenuhan kelengkapan berkas perkara atau P19 agar dilengkapi sebelum P21 diserahkan ke Jaksa.

Khusus untuk kasus korupsi pembangunan kantor Bawasda pada tahun 2010, berdasarkan hasil laporan pemeriksaan BPK RI perwakilan Papua yang merugikan keuangan negara sekitar 676 juta rupiah, kasus ini juga masih ditindaklanjuti dan polisi telah menetapkan dua orang tersangka.

“Satu tersangka berinisial JKR yang kedua MS, kalau JKR selaku PPTK dan MS selaku kontraktor. Tetapi untuk MS ini kita tidak ketahui keberadaanya, karena kita sudah terbitkan DPO yang bersangkutan sudah melarikan diri,” tegas Kasat Reskrim.

“Kalau tersangka JKR sudah dimintai keterangan sebagai tersangka, dalam waktu dekat akan kirim SPDP ke Kejaksaan untuk berkas-berkas itu hampir lengkap karena tinggal menunggu hasil dari saksi ahli Inkindo,” tambahnya.

Dijelaskan, pihak inkindo juga sudah melakukan pemeriksaan ke TKP, polisi juga sudah mintakan tetapi hasil laporanya itu belum didapatkan, namun diakui Kasat dalam waktu dekat pihak inkindo akan menyampaikan laporanya untuk dijadikan kelengkapan berkas. (Islami)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Polres Jayawijaya Lidik Tiga Dugaan Korupsi