Uji Sampel 1,5 Ton Ikan Mujair asal Surabaya Dirahasiakan

share on:
Benhur Tommy Mano, Walikota Jayapura bersama Hans G. Kakirissa, Kepala Balai Besar POM Jayapura, saat memeriksa ikan Mujair tanpa surat LHU dari daerah asal Surabaya, Rabu (18/6/2015) - Jubi/Munir
Benhur Tommy Mano, Walikota Jayapura bersama Hans G. Kakirissa, Kepala Balai Besar POM Jayapura, saat memeriksa Ikan Mujair tanpa surat LHU dari daerah asal Surabaya, Rabu (18/6/2015) – Jubi/Munir

Jayapura, Jubi – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jayapura telah memeriksa sampel dari 1,5 Ton Ikan Mujair yang ditahan peredarannya, oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Jayapura karena tidak memiliki Laporan Hasil Uji (LHU), dari daerah asal pengiriman Surabaya. Barang tersebut ditahan di gudang milik Swalayan Agro Segar, Abe Pantai.

Hans G. Kakirissa, Kepala Balai Besar POM Kota Jayapura, mengatakan, telah mendapatkan hasil uji lab, terkait kandungan yang terdapat dalam produk ikan Mujair asal Surabaya tersebut.

“Kita sudah dapat hasilnya, namun belum bisa publikasikan ke media,” kata Hans G. Kakirissa kepada Jubi, Jumat (19/6/2015).

Kata Kakirissa, pihaknya akan menyerahkan hasil uji lab tersebut kepada Benhur Tommy Mano, Wali Kota Jayapura. “Senin (22/6/2015), kita akan serahkan hasilnya ke Wali Kota, biar beliau sendiri yang mengumumkan pada media,” katanya.

Sebelumnya, Robert L. N. Awi, Plt. Kepala Disperindagkop Kota Jayapura masih menahan barang tersebut dan tidak boleh beredar di masyarakat, sampai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jayapura memberikan hasil uji lab yang dilakukan.

“Tadi BPOM sudah mengambil sampel guna diuji, apabila hasilnya nanti positif mengandung formalin, maka akan kita musnahkan,” katanya.  (Munir)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Uji Sampel 1,5 Ton Ikan Mujair asal Surabaya Dirahasiakan