Di Wasur Kampung, Orang Mabuk Didenda Secara Adat

share on:
pertanian
Kepala Kampung Wasur, Thobias Gebze. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi- Penerapan sanksi adat bagi siapa saja yang mabuk di Wasur Kampung, Distrik Merauke, diterapkan dalam beberapa tahun terakhir. Jika ada yang mabuk, akan didenda secara adat sesuai hasil kesepakatan tokoh adat, tokoh masyarakat dan beberapa komponen terkait lain di tingkat kampung.

Demikian disampaikan Kepala Wasur Kampung, Thobias Wamal Gebze saat ditemui Jubi Senin (22/6). Dikatakan, dengan penerapan sanksi adat, jumlah orang yang mabuk dari waktu ke waktu semakin berkurang.

“Memang sesuai kesepakatan di kampung, jika ada yang mabuk setelah meneguk minuman keras jenis sopi, akan dikenakan sanksi adat dengan harus menyediakan tanaman wati, kelapa, pisang serta beberapa atribut lainnya,” ujar dia.

Biasanya, demikian Thobias, miras jenis sopi dibawa dari kota dan di minum di kampung. Tetapi akhir-akhir ini sudah mengalami penurunan sangat drastis. Jika ada yang membuat pelanggaran lagi, akan dikenakan sanksi lebih tegas lagi.

Kasubag Humas Polres Merauke, Iptu Richard Nainggolan memberikan apresiasi kepada masyarakat di Wasur Kampung. “Ya, dengan cara seperti demikian, bisa menekan agar orang tidak seenaknya mengkonsumsi miras,” tuturnya. (Frans L Kobun)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Di Wasur Kampung, Orang Mabuk Didenda Secara Adat