Warga Minta Pemkot Segera Perbaiki Tanggul Rusak

share on:

Palu, Jubi/Antara – Warga di bantaran Sungai Palu minta Pemerintah Kota setempat segera melakukan perbaikan beberapa titik tanggul yang rusak diterjang banjir pada 2014.

“Hingga kini tanggul yang rusak di wilayah Kelurahan Tatura Selatan belum juga diperbaiki oleh dinas terkait,” kata Denny Paiman, Sekretaris RT03/RW01 Jalan Kancil Bawah, Senin (22/6/2015).

Ia mengatakan tanggul pengamanan di sisi Sungai Palu di wilayah RT04, RT03, dan RT05/RW01 Kelurahan Tatura Selatan sekitar 25 meter sebagian sudah ambruk karena diterjang banjir pada 2014.

Tanggul yang rusak itu sampai saat ini belum juga diperbaiki.

Warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran Sungai Palu di wilayah tersebut setiap malam gelisah kalau tiba-tiba tanggul jebol dan menghajar permukiman mereka.

Apalagi, kata Denny, debit air sungai Palu terus meningkat dalam beberapa hari ini diduga hujan di hulu.

“Yang kami takutkan kalau sampai terjadi banjir kiriman dan tanggul jebol, maka air akan meluap ke permukiman warga.

Sementara Kepala Kelurahan Tatura Selatan, Samrud, membenarkan ada beberapa bagian tanggul sudah rusak dan perlu segera diperbaiki instansi berwenang.

Tanggul yang rusak dan butuh segera diperbaiki kembali terletak di RT03/RT04 dan RT06/RW01.

Pada 2014, tanggul tersebut mengalami kerusakan dan agar air tidak meluap ke permukiman penduduk, warga setempat terpaksa mengantisipasinya dengan mengisi pasir dalam karung, lalu meletakkan di sepanjang tanggul yang rusak.

“Saya sangat khawatir jika terjadi kembali banjir, tanggul akan jebol, dan mengancam ratusan kepala keluarga (KK) warga di tiga RT itu.

Karena itu, Samrud, juga mendesak Pemkot Palu untuk segera memberikan perhatian serius dengan memperbaikinya.

Sungai Palu selama ini rawan banjir karena ada sejumlah anak sungai yang airnya mengalir menyatu dengan sungai besar.

Anak-anak sungai dimaksud adalah Sungai Kawatuna,Sungai Sombe Lewara, Sungai Laoswani dan Sungai Paneki.

Dalam beberapa hari ini, hujan lebat mengguyur sejumlah wilayah di Sulteng, termasuk Kota Palu dan daerah tetangga Kabupaten Sigi.

BMKG setempat memperkirakan cuaca ekstrim masih akan terjadi hingga Juli 2015.

Karena itu, masyarakat yang berada di daerah aliran sungai diingatkan untuk tetap waspada karena sewaktu-waktu bisa terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Warga Minta Pemkot Segera Perbaiki Tanggul Rusak