Mengapa Persipura, Harus Tunduk Pada PSSI?

share on:
MUtiara HItam (JUbi/ist)
MUtiara HItam (JUbi/ist)

Jayapura, Jubi-Persipura sejak awal selalu berada di bawah koordinasi PSSI termasuk ketika PSSI pecah jadi KPSI dan PSSI. Saat itu Persipura memilih tetap di ISL di bawah naungan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia(KPSI) sedangkan Indonesia Premiere League (IPL) berada di bawah Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Bahkan ketika membubarkan skuad Mutiara Hitam 2014-2015 oleh Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano Dia menyatakan membubarkan skuad Mutiara Hitam, setelah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membekukan PSSI dan FIFA menjatuhkan sanksi kepada induk organisasi sepak bola Indonesia itu.

Praktis pemain pun mulai cari jalan atau selamatkan diri masing-masing, mungkin Boaz, Ricardo dan beberapa pemain kembali ke kantor untuk bekerja sebagai pegawai negeri sipil(PNS). Sedangkan yang belum bekerja pasti mulai melamar kerja. Persipura resmi membubarkan timnya pasca pembekuan PSSI oleh Menpora dan sanksi yang dijatuhkan oleh FIFA pada 30 Mei 2015.

Roni Esar Feliks Beroperay mengaku pasrah dan siap mencari penghasilan tambahan.”Saya sebagai pemain harus menerima,”kata sarjan pendidikan Fisika itu. Dia sedang mencoba alternatif profesi lainnya dan sementara di rumah saja. “Saya juga lagi urus-urus berkas untuk tes pekerjaan, seperti di bank atau lainnya,” katanya.

Selama tak ada lagi kompetisi semua pemain harus mencari penghasilan tambahan, mau ikut pertandingan antar kampung (Tarkamp). Resiko cidera dan siapa yang tanggung?
Persipura termasuk klub yang setia sampai mati kepada PSSI, meski sudah tiga kali jadi tumbal, bayangkan 2005-2006 tak didaftarkan ke Liga Champion Asia(LCA). Kemudian konflik PSSI vs KPSI tak mendaftarkan Persipura ke LCA. Terpaksa gugatan diarahkan ke Badan Arbitrase Dunia.

Persipura akhirnya menang dan melawan Adelaide United di babak play off, Mutiara Hitam kalah dan gagal ke Champion Asia 2011. Selanjutnya ke AFC dan masuk babak 16 gagal melawan Pahang FA.
Semua pihak lepas tangan PSSI tuding gara-gara SK Pembekuan dari Menpora sehingga visa pemain asing Malaysia tidak dikeluarkan. Imigrasi tak berani mengeluarkan visa sedangkan Menpora tetapkan salahkan Persipura dan PSSI.

Hal ini memberikan gambaran kalau Persipura selalu setia kepada PSSI meski selalu menjadi bemper untuk menentang dan melawan Menpora. Sampai kapan konlik kepentingan Kemenpora dan PSSI berakhir? Persipura jelas takut kena sanksi dari FIFA karena katanya PSSI berada di bawah Federasi Sepak Bola Dunia.

PSSI sampai sekarang masih menantikan pertemuan dengan Kemenpora. Dari pertemuan ini diharapkan ditemukan solusi dan FIFA mencabut sanksi dari Indonesia.

“PSSI tidak pernah tidak siap. Kami selalu siap untuk bertemu,” kata anggota Komite Eksekutif PSSI, Djamal Aziz.

PSSI sangat berharap pertemuan tanpa mengabaikan statuta. Pasalnya, karena PSSI ingin tetap dalam jalur aturan FIFA. Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan sekaligus Juru Bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, menerangkan jika pihaknya masih belum memastikan waktu dan tempat untuk berkomunikasi dengan PSSI.(Dominggus Mampioper)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mengapa Persipura, Harus Tunduk Pada PSSI?