Serikat Pekerja Pertamina Tolak Total dan Impex di Blok Mahakam

share on:
KETUA SERIKAT PEKERJA PERTAMINA KAWASAN TIMUR INDONEISA, EDDI MANGUN- Jubi, Niko
KETUA SERIKAT PEKERJA PERTAMINA KAWASAN TIMUR INDONEISA, EDDI MANGUN- Jubi, Niko

Sorong, Jubi – Ketua Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia RUU Kasim, Eddy Mangun, Rabu (24/6/2015) minta Pemerintah membatalkan 30 persen saham blok Mahakam kepada Total dan Inpex karena hal itu akan mengurangi kesempatan bagi Pertamina untuk memperoleh keuntungan maksimal 100 persen. Untuk itu Sebaliknya Pemerintah dituntut segera menyerahkan 100 persen saham Mahakam kepada Pertamina.

“Pertamina sebagai BUMN adalah sahamnya seratus persen milik rakyat. Kami semata-mata bukan mau merebut seratus persen saham itu untuk pekerja Pertamina, tapi ini adalah bentuk kedaulatan bangsa dan rakyat Indonesia terhadap energi di Indonesia, sebab kalau 30 persen saham diserahkan maka Pertamina kehilangan kesempatan untuk peroleh keuntungan” katanya.

Dengan menjadi pemegang saham mayoritas tunggal Mahakam yang dijanjikan Pemerintah maka Pertamina akan menjadi penghasil migas terbesar di Indonesia, sehingga menjadi tuan di negeri sendiri dan leverage perusahaan meningkat, sehingga perannya sebagai pendukung utama ketahanan energi nasional dapat terwujud.

Pertamina sebagai operator blok Mahakam dengan hak 100 persen, sejak awal telah dijanjikan dan memberikan kepada Pertamina. Namun menurut Edi Mangun, meskipun Pemerintah telah memberikan hak 100 persen kepada Pertamina, nyatanya Pertamina tidak berkesempatan memanfaatkan hal tersebut secara mandiri.

Setelah diberikan saham blok Mahakan 100 persen kepada Pertamina, Pemerintah kembali mengingkar janji dan Pertamina kini wajib memberikan 30 persen saham Mahakam kepada Total Prancis dan Inpex Jepang sebagai operator exsisting.

“Sikap yang diambil Pemerintah minta Pertamina menyerahkan saham 30 persen kepada Total dan Inpex, itu artinya Pemerintah sudah menunjukkan sikap yang tidak konsisten, bahkan telah melakukan pembohongan publik,” katanya.

Terkait hal tersebut, Serikat Pekerja Pertamina seluruh Indonesia kecewa dan mengecam tindakan Pemerintah yang tidak konsisten itu.

“Kami Serikat pekerja Pertamina seluruh Indonesia sangat kecewa dengan tindakan Pemerintah. Satu hal penting yang harus kami sampaikan, kalau Pemerintah Presiden Jokowi tidak mengubah kebijakan yang dilakukan terhadap penyerahan 70 persen kepada Pertamina tidak menjadi 100 persen, kami akan mencoba melakukan apa yang disebut sebagai perenungan kreatif (aksi mogok),” kata Edi Mangun.

Ketua Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia RUU Kasim itu, minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, jika akhirnya nanti aksi ini akan memberikan rasa tidak nyaman.

Sementara itu,  anggota serikat pekerja, Yafet Mustafa, yang dimintai  komentarnya menyayangkan jika langkah ini terus dilakukan dan akan mengganggu kinerja dan berdampak pada PHK besar-besaran di Indonesia.

“Ini bahaya, kalau benar terjadi  bisa banyak orang kehilangan lapangan pekerjaa,” katanya. (Niko MB)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Serikat Pekerja Pertamina Tolak Total dan Impex di Blok Mahakam