Imigran Asia Disalahkan Atas Kerusuhan di Madang, PNG

share on:
Para penjarah berlarian di kota Madang, Papua Nugini. Foto: Tamara Kruzang
Para penjarah berlarian di kota Madang, Papua Nugini. Foto: Tamara Kruzang

Jayapura, Jubi – Seorang perempuan yang berbasis di Madang, Papua Nugini (PNG) mengatakan kerusuhan pada Selasa (30/6/2015) dan aksi penjarahan yang memaksa penutupan tempat-tempat bisnis dan sekolah-sekolah di kota Madang merupakan tanda kebencian terhadap peningkatan infiltrasi kedatangan orang-orang Asia baru-baru ini.

 

Pihak polisi di Madang mengatakan kerusuhan dipicu oleh oportunis—orang yang mencari keuntungan—dengan mengambil alih protes publik terhadap mereka yang disebutnya kapitalis, atau yang dituduhkan sebagai orang imigran dari bangsa Asia.

 

Dr Nancy Sullivan, yang telah bekerja sebagai seorang antropolog di PNG selama sekitar 25 tahun, mengatakan protes itu bukan tentang kontroversial yang direncanakan dalam program ‘Pacific Marine Industrial Zone’ (PMIZ).

 

“Ini ada hubungannya dengan dasarnya pendeta dan konstituen mereka sekitar enam kabupaten di Madang, mereka berkumpul untuk mengatakan kita perlu melawan infiltrasi yang diambil Cina atas tanah kami, membeli tanah negara, kita tidak mendapatkan apa-apa, ini pekerjaan yang diresepkan dan mereka tampaknya dapat melumasi telapak tangan dan pindah ke mereka,” kata Dr Nancy Sullivan, seperti dilansir Radio New Zealand, Kamis (2/7/2015).

 

Namun, Dr Nancy Sullivan mengatakan bawah persyaratan perjanjian pembiayaan PMIZ dengan bank EXIM Cina, pekerja Cina daripada penduduk setempat untuk mengambil pekerjaan konstruksi.

 

Laporan sebelumnya, Polisi mengatakan, salah seorang meninggal dunia atas peristiwa pada Selasa itu. (Yuliana Lantipo)

Editor : Yuliana Lantipo
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Imigran Asia Disalahkan Atas Kerusuhan di Madang, PNG