Musim Siklon Khas Ancam Pasifik

share on:
eight_col_MET2
Track peta perkiraan Siklon tropis untuk topan Raquel. Foto: Commonwealth of Australia, 2015, Biro Meteorologi.

Jayapura, Jubi – Seorang akademisi dari Selandia Baru mengatakan siklon tropis yang tidak normal di utara Kepulauan Solomon mungkin menandakan akhir dari musim topan yang khas.

Metservice Selandia Baru mengatakan, kategori satu siklon, bernama Raquel, adalah yang pertama pada catatan yang terbentuk bulan Juli sekitar Solomon dan Papua Nugini (PNG).

Musim topan umumnya berlangsung dari November sampai April.

Seorang profesor geografi fisik di Universitas Victoria di Wellington, James Renwick, mengatakan satu musim siklon tidak cukup untuk menentukan apakah siklon akan terjadi sepanjang tahun. Namun, dia mengatakan suhu laut telah meningkat dan dapat berkontribusi untuk membentuk siklon.

“Dengan pemanasan, ide musim siklon tropis mungkin harus direvisi dan mungkindi masa depan akan mendapatkan siklon tropis yang terbentuk di setiap saat sepanjang tahun tetapi anda tidak bisa memperkirakan terlalu banyak hanya dari satu acara,” kata James Renwick, mengutip Radio New Zealand, Kamis (2/7/2015).

James Renwick mengatakan peneliti menjalankan eksperimen yang mensimulasikan siklon untuk menganalisis pengaruh pemanasan global terhadap siklon peristiwa cuaca ekstrim.

Larut malam terakhir, curah siklon adalah 245 kilometer di utara Honiara dan menuju selatan barat daya pada kecepatan 11 kilometer. (Yuliana Lantipo)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Musim Siklon Khas Ancam Pasifik