Polisi Perketat Pengawasan Antisipasi Tiket Palsu

share on:

Sampit, Jubi/Antara – Kepolisian memperketat pengawasan di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah berupaya mengantisipasi penggunaan tiket palsu dan praktik percaloan di daerah tersebut.

“Peluang beredarnya tiket palsu dan percaloan cukup tinggi. Yang mau naik banyak, sementara tiket terbatas karena jumlah penumpang dibatasi. Sekarang tiket online. Kalau tulisan tangan maka dipastikan palsu,” kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Mentaya, Iptu Mahmud di Sampit, Jumat (3/7/2015).

Polsek KPM menyatakan ikut membantu kelancaran penyelenggaraan arus mudik di daerah tersebut. Selain pengamanan, pihaknya juga membantu kelancaran penumpang masuk ke dalam kapal, namun tetap sesuai aturan yang ditetapkan.

Seperti saat keberangkatan KM Leuser ke Surabaya, Kamis (2/7) siang, belasan penumpang sempat dimintai keterangan. Penyebabnya, tiket yang mereka menggunakan nama yang berbeda dengan identitas di kartu tanda penduduk.

“Agen sudah dipanggil, ternyata miskomunikasi. Travel ditegur keras oleh operator pelayaran. Kalau berlanjut, nanti dilihat apakah tiketnya diganti karena dikhawatirkan percaloan. Travel beralasan penumpang pakai nama panggilan, tapi ada juga yang tidak disiplin,” kata Mahmud.

Pihaknya terus membantu sosialisasi agar pendataan penumpang sesuai kartu tanda penduduk (KTP). Jika identitas tidak sesuai dengan yang tertera di KTP akan diminta penjelasan.

Kebijakan ini dinilai sangat baik untuk memberi jaminan kepada penumpang jika terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti untuk mengklaim asuransi dan lainnya.

Polsek KPM siap memproses jika ada laporan terkait tiket palsu maupun percaloan. Namun hasil pemeriksaan selama ini, belum ditemukan adanya tiket palsu dan percaloan. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Polisi Perketat Pengawasan Antisipasi Tiket Palsu