Proyek Smelter Gresik Mengarah pada Pengolahan Lahan

share on:

Jakarta, Jubi/Antara – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Syamsuddin, mengatakan proyek pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter” di lahan milik PT Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur mengarah pada pengolahan lahan.

“Sekarang sudah mengarah pada pengolahan wilayah lahan,” katanya, usai Rapat Dengar Pendapat tertutup antara Komisi VII DPR RI dan PT Freeport Indonesia, yang membahas perpanjangan kontrak karya dan pembangunan smelter dalam negeri, di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Senin (6/7/2015).

Ia mengatakan pembangunan smelter dengan nilai investasi dari PT Freeport sebesar Rp 2,3 miliar itu diharapkan selesai 2017.

“‘Smelter tadi juga kita bahas dan kita tetap berkomitmen untuk melakukan sampai dengan 2017,” ucapnya.

Dia mengatakan pihaknya akan bekerja sama dalam menyuplai konsentrat pada saat pembangunan smelter di Papua selesai. Pembangunan smelter di Papua disiapkan pemerintah daerah setempat.

“Nanti pada saat smelter itu sudah selesai, kami akan memberikan kerja sama dalam rangka suplai konsentrat dalam kerangka B to B,” katanya.

Sebelumnya, kapasitas pabrik pengolahan dan pemurnian baru itu direncanakan dua juta ton konsentrat per tahun dengan nilai investasi 2,3 miliar dolar AS.

Lokasi smelter berdekatan dengan pabrik pengolahan PT Smelting Gresik di Gresik, Jawa Timur.

Smelting Gresik menempati areal seluas 30 hektare dengan kapasitas satu juta ton konsentrat per tahun. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Proyek Smelter Gresik Mengarah pada Pengolahan Lahan