Ahli: Masih Banyak Situs Lapita Yang Ditemukan

share on:
Bendera negara Vanuatu. Foto: RNZ
Bendera negara Vanuatu. Foto: RNZ

Jayapura, Jubi – Seorang arkeolog mengatakan masih membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk sebuah pekerjaan yang harus dilakukan untuk menemukan situs Lapita di Pasifik.

Radio New Zealand melaporkan, para arkeolog dan peneliti dari seluruh dunia bertemu di Vanuatu dalam pekan ini untuk menghadiri Konferensi Lapita. Ini merupakan kegiatan yang pertama dan nantinya akan diselenggarakan selang empat tahun.

Orang-orang Lapita, umumnya diidentifikasi oleh tembikar hasil kerajinannya yang kerap digunakan untuk suatu hiasan. Mereka adalah yang pertama dijajah yang juga menjadi bagian dari Vanuatu, Kaledonia Baru, Fiji, Tonga, dan Samoa.

Konferensi tahun ini berlangsung hanya beberapa mil dari tempat komunitas terbesar sampai saat ini ditemukan di situs Teouma Lapita Cemetery di Vanuatu Efate Island.

Stuart Bedford dari Universitas Nasional Australia mengatakan ada banyak yang tersisa dari situs-situs Lapita dan harus ditemukan.

“Tidak ada pertanyaan bahwa harus menjadi beberapa situs yang luar biasa lainnya di sini. Maksud saya, situs Teouma ditemukan dalam banyak hal secara kebetulan. Sulit untuk mengatakan bahwa di sebuah pulau yang berjarak 1.000 kilometer persegi itu itulah satu-satunya situs dari jenisnya untuk menjadi yang satu-satunya ditemukan. Jadi ada banyak dan banyak pekerjaan yang harus dilakukan di sini dan di semua pulau-pulau lain,” kata Stuart Bedford, mengutip RNZ, Selasa (7/7/2015). (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ahli: Masih Banyak Situs Lapita Yang Ditemukan