Connect with us

Sulawesi

Wabup Bombana: Indikasi Ijazah Palsu Bisa Bertambah

Published

on

Bombana, Jubi/Antara – Wakil Bupati Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Hj Masyura Illaladamay, menduga penggunaan ijazah palsu bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang ditemukan kepolisian daerah setempat bisa saja bertambah.

“Kalau berdasarkan hasil temuan aparat kepolisian yang menduga bahwa PNS di Bombana yang menggunakan ijazah palsu sebanyak 148 pegawai, maka bisa saja bertambah setelah tim melakukan verifikasi secara faktual,” katanya, di Rumbia, ibukota Bombana, Selasa (7/7/2015).

Sebagai tindak lanjut surat dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) terkait verifikasi SK pengangkatan pegawai bagi PNS, Pemkab Bombana sudah membentuk tim teknis yang dikhususkan untuk melakukan cek pada sejumlah instansi atau badan.

Tim yang dibentuk untuk verifikasi ijazah itu diketuai dari BKD dan beberapa instansi teknis lainnya.

“Dugaan penggunaan ijazah palsu ke-148 PNS itu terdiri dari lima angkatan penerimaan pegawai yang telah ditugaskan pada kantor, badan dan dinas,” kata mantan anggota DPRD Sultra dari Partai Amanat Nasional itu.

Masyura tidak menyebutkan dari tahun berapa penerimaan PNS yang diduga berijazah palsu itu, tidak juga ia sebutkan berapa jumlah kerugian negara akibat membayarkan gaji kepada pegawai dimaksud, tetapi ia mengatakan mereka telah menerima gaji sesuai dengan golongan dan masa kerja mereka.

Mereka diduga berijazah palsu karena, perguruan tinggi tempat mereka mengenyam pendidikan itu belum terakreditasi, tetapi telah memberikan mereka gelar dengan berbagai sebutan.

“Para teman-teman pejabat teknis di daerah ini menyebut bahwa perguruan tinggi itu namanya ‘Universitas Bung’ sebab mereka hanya membayar senilai Rp15 – Rp20 juta sudah menyandang gelar sarjana (S1),” katanya.

Saat ditanya apakah hanya dugaan pemakaian ijazah palsu itu pada strata satu, Masyura mengatakan kemungkinan ada juga PNS dengan gelar magister (S2).

Jumlah PNS Bombana saat ini kurang lebih 3.500 orang dan jumlah itu belum termasuk pegawai honorer kontrak yang jumlahnya lebih dari 1.000-an orang. (*)

Sulawesi

DKP Malut Rehabilitasi Terumbu Karang

Published

on

Ternate, Jubi – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara (Malut) berupaya merehabilitasi terumbu karang rusak di daerah itu, terutama yang tingkat kerusakannya masuk kategori berat.

hkti.org

hkti.org

Kepala DKP Malut Buyung Radjiloen di Ternate, Selasa (20/9/2016), mengatakan banyak kawasan terumbu karang di Malut yang telah mengalami kerusakan, baik dalam kategori berat maupun rusak sedang dan ringan, di antaranya di perairan Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Timur dan Kabupaten Pulau Morotai.

DKP Malut akan berupaya melibatkan partisipasi masyarakat, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam upaya merehabilitasi terumbu karang rusak tersebut, karena DKP Malut memiliki keterbatasan, baik dari segi sumber daya manusia maupun pendanaan.

Buyung Radjiloen tidak menyebut secara rinci dana yang dialokasikan, baik melalui APBD maupun APBN untuk kegiatan rehabilitasi terumbu karang yang rusak di Malut. Ia hanya menjelaskan bahwa jumlahnya sangat terbatas dan belum bisa menjangkau seluruh kawasan terumbu karang rusak.

Penyebab utama kerusakan terumbu karang di Malut adalah aktivitas penangkapan ikan yang dilakukan nelayan tidak memperhatikan faktor kelestarian lingkungan laut, seperti penggunaan bom ikan (handak) dan zat kimia (potasium sianida).

Oleh karena itu, menurut Buyung Radjiloen, upaya lain yang dilakukan DKP untuk menyelamatkan terumbu karang di daerah itu adalah meningkatkan penyuluhan kepada nelayan mengenai bahaya penggunaan bom ikan dan zat kimia dalam penangkapan ikan, baik bagi lingkungan laut maupun keselamatan nelayan.

Ia menambahkan DKP Malut terus menggalang kerja sama dengan aparat kepolisian dan TNI AL untuk meningkatkan pengawasan di perairan Malut untuk mencegah kemungkinan masih ada nelayan yang menangkap ikan menggunakan bom dan zat kimia, termasuk praktik pencurian ikan. (*)

 

Continue Reading

Sulawesi

Harga Bawang Merah Terus Melejit

Published

on

Ternate, Jubi – Harga bawang merah di Ternate, Maluku Utara (Malut) yang pada pekan lalu hanya Rp 50 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 56 ribu per kilogram karena terbatasnya stok di pasaran.

Bawang merah. -- blog.umy.ac.id

Bawang merah. — blog.umy.ac.id

Pedagang bawang di Pasar Higienis Ternate, Kirman ketika dihubungi, Selasa (20/9/2016) mengatakan pasokan bawang merah dari Nusa Tenggara Barat, Jawa dan Sulawesi terlambat masuk sehingga stok di Ternate terbatas.

Sedangkan bawang putih yang pada pekan lalu harganya Rp50 ribu per kg, sekarang turun menjadi Rp 46 ribu per kg, namun masih di atas harga normal di daerah ini Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kg.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Arief Abdul Gani secara terpisah mengatakan, pihaknya telah meminta kepada distributor bawang merah di daerah ini untuk segera mempercepat pasokan bawang merah dari Sulawesi atau Jawa agar harganya di pasaran Ternate bisa normal kembali.

Selain itu juga meminta kepada para pedagang untuk mengupayakan pengadaan bawang merah lokal dari sejumlah kabupaten di Malut, seperti bawang topo dari Tidore Kepulauan, karena bawang ini juga banyak dimintai masyarakat. (*)

 

Continue Reading

Sulawesi

PVMBG Minta Waspadai Lahar Gunung Lokon

Published

on

Tomohon, Jubi – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung merekomendasikan warga mewaspadai lahar Gunung Lokon di Kota Tomohon yang berpotensi terjadi di musim hujan.

Gunung Lokon - wikipedia

Gunung Lokon – wikipedia

“Waspadailah potensi lahar pada sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen Farid Ruskanda Bina di Tomohon, Kamis (15/9/2016).

Farid menambahkan, ada dua rekomendasi lainnya yang harus diperhatikan yaitu masyarakat dan wisatawan diharapkan tidak mendekati dan melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Tompaluan yang menjadi pusat aktivitas.

Selain itu, apabila terjadi hujan abu, masyarakat diharapkan tetap berada di dalam rumah, dan apabila keluar rumah disarankan menggunakan pelindung hidung, mulut dan mata.

“Tingkat aktivitas Gunung Lokon saat ini yaitu waspada pada level II,” katanya.

Farid menambahkan, pada Rabu (14/8) terekam dua kali gempa tektonik jauh dengan amplituda 6-10 milimeter, berdurasi 90-105 detik, satu kali gempa vulkanik dangkal amplituda 18 milimeter selama tiga detik, serta microtremor beramplituda 0.5-10 milimeter yang didominasi satu milimeter.

Pada periode tersebut, Gunung Lokon tampak jelas dengan tinggi asap 150 meter berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.