Mahasiswa Minta Dekan FK harus OAP

share on:
Demonstrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Uncen, beberapa waktu lalu. (dok JUBI)
Demonstrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Uncen, beberapa waktu lalu. (dok JUBI)

Jayapura, Jubi – Mahasiswa Fakultas kedokteran Universitas Cedrawasih (Uncen) meminta senat dosen memilih dekan Fakultas Kedokeran (FK) atas dasar Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Roh Otsus yang mengamanatkan Orang Papua memimpin orangnya dan negerinya sendiri harus mendapat pertimbangan.

“Dekan Fakultas kedokteran universitas harus orang asli Papua. Otsus Papua hadir atas usaha orang asli Papua. Usaha orang asli Papua untuk orang asli. Papua,” kata Benyamin Lagowan, salah satu mahasiswa FK kepada Jubi di Abepura, Kamis (9/7).

Kata Lagowan, hadirnya FK Uncen satu realisasi UU Otsus. Otsus ingin mendidik orang asli Papua menjadi para medis yang ber kualitas. Karena itu, orang-orang Papua yang mampu harus memimpin FK Uncen.

Kalau tidak, kata Lagowan, mahasiswa akan menggungat keberadaan FK. Banyak indikator yang bisa digunakan untuk mengungat. Jumlah mahasiswa asli Papua saja sejak angkatan pertama sudah menunjukan FK bukan untuk Orang Asli Papua.

“Dari data yang ada, jumlah mahasiswa FK sejak angkatan 1-13 (2002-2014) dominan orang non-Papua. Jumlahnya 1898. Non Papua 1008 dan sisanya Papua asli,” ujar pria yang memimpin aksi protes demi perbaikan kualitas FK Uncen setahun lalu hingga FK Uncen ditutup selama 6 bulan.

Kata Lagowan, mahasiswa sudah mendapatkan informasi senat dosen Uncen akan mengelar rapat pemilihan dekan FK pada (11/7/2015) nanti. Pembantu Rektor III, bagian kemahasiswaan yang dihubunggi belum memberikan kebenaran informasi pemilihan dekan FK.

Ketua Majelis Permusyawarahan Mahasiswa Uncen, Leo Himan mengatakan Uncen bukan lembaga otonom melainkan lembaga vertikal. Lembaga vertikal tidak memberlakukan status khusus. “Siapapun punya hak,” katanya.

Kata Leo, yang penting, siapa yang memimpin harus peduli dengan situasi pendidikan kedokteran Uncen. “Siapapun dekan harus peduli dengan kondisi FK hari ini. FK hari ini hancur-hancuran,” lanjut Himan.

Pembantu Rektor III Uncen, Fredrik Sokoy mengatakan rencana pemilihan dekan sudah ada hanya belum diketahui kapan pemilihan itu akan dilaksanakan.
“Ada keputusan bahwa sebelum wisuda tanggal 3’September harus ada dekan definitif,” katanya.

Terkait permintaan mahasiswa, dekan harus orang asli Papua, kata Fredrik. Belum ada orang Papua yang memenuhi syarat menjabat dekan.

“Orang menjabat, melaksanakan tugas tetapi tidak bisa mendapatkan hak karena jabatan ini jabatan bersyarat,” tegasnya. (Mawel Benny)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mahasiswa Minta Dekan FK harus OAP