Pakai Silikon, 23 Orang Tak Dilayani Melakukan Sirkumsisi

share on:
Sekretaris KPA Papua, Constan Karma dan dr. Samuel Baso - Jubi/Arjuna
Sekretaris KPA Papua, Constan Karma dan dr. Samuel Baso – Jubi/Arjuna

Jubi, Jayapura – Sebanyak 23 orang atau 10 persen dari 256 orang tak dilayani melakukan sirkumsisi di RSUD Dok II Jayapura, Papua beberapa waktu lalu lewat program yang dilakukan Komisi Penanggulangan HIV/Aids (KPA) Papua. Sekretaris KPA Papua, Constan Karma mengatakan, ia baru mengetahui hal itu setelah pelaksanaan sirkumsisi.

“Saya dengar – dengar, itu karena ada silikon dipasang di kemaluan mereka, dan saya kaget juga. Setelah selesai baru saya tahu penyebabnya karena silikon dan ada yang pakai bungkus. Rupanya tak bisa disirkumsisi, dan ini harus dijelaskan baik – baik kepada publik. Mungkin mereka menyesal tapi terlambat,” kata Constan Karma, Kamis (9/7/2015).

Menurutnya, hal seperti itu publik harus tahu, agar bisa waspada. Katanya, semua benda asing yang masuk kedalam tubuh beresiko, dan suatu waktu bisa berubah jadi kanker dan penyebab penyakit lainnya.

Di tempat yang sama, dr. Samuel Baso, salah satu dokter yang melakukan sirkumsisi mengatakan, kebanyakan pasien yang ditolak itu karena menggunakan silikon. Namun silikon yang dipakai bukan silikon medis, sehingga menyebabkan kemaluan mereka rusak.

“Ada juga minyak rambut urang aring dan itu merusak, karena dia suntik salah. Dia suntik ke dalam, bukan di kulit. Akhirnya harus operasi dan dikeluarkan silikonnya. Jadi hancur bentuknya. Karena kulitnya membesar, jadi itu tak ada gunanya. Banyak yang kami operasi di RSUD Dok II yang kemaluannya jadi kecil,” kata Samuel Baso. (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pakai Silikon, 23 Orang Tak Dilayani Melakukan Sirkumsisi