Polda Papua Menang Gugatan dari Tersangka Ponzi

share on:
Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Patrige Renwarin - Jubi/Arjuna
Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Patrige Renwarin – Jubi/Arjuna

Jubi, Jayapura – Kepolisian Daerah (Polda) Papua memenang gugatan pra peradilan yang diajukan tersangka ponzi atau investasi bodong, Goenarni Gunawan (GG) di Pengadilan Negeri Jayapura, Kamis (9/7/2015).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Patrige Renwarin mengatakan, awalnya tersangka GG mempraperadilankan Kapolri, Kapolda Papua, serta Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Papua.

“Dalam persidangan, Rabu (8/7/2015), kuasa hukum Polda Papua sudah mempersiapkan materi jawaban. Namun ketika kuasa hukum Polda Papua meminta legalitas berita acara sumpah advokat kepada kuasa hukum penggugat, Reza Sofyan, ia tidak bisa menunjukkan legalitas nya sebagai advokat yang disumpah untuk beracara disidang pengadilan,” kata Kombes Patrige, Kamis (9/7/2015).

Menurutnya, kuasa hukum GG kemudian diberikan waktu satu hari untuk melengkapinya. Namun ketika batas waktu sidang, Kamis (9/7/2015), ia tetap tidak bisa menunjukkan berita acara sumpah advokat, sehingga gugatan pra peradilan dicabut dan dimenangkan oleh pihak Polda Papua.

GG merupakan tersangka investasi bodong dengan skema ponzi, atau piramida di Papua, melalui perusahaanya, Wandermind. Perusahaan itu menjualan account, untuk menjadi anggota Wandermind. Setiap member harus membeli account seharga Rp. 3.750.000, dan member dapat memilih bonus berupa nginap gratis di hotel selama satu hari, atau menjadi agen travel. Dengan membeli account member memiliki kesempatan untuk mendapatkan bonus Rp. 3 – 100 juta, berulang kali, tanpa batas.

Pada suatu kesempatan, Direktur Reskimrus Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Guntur Setyanto mengatakan, khusus Papua, kerugian masyarakat berkisar Rp. 154 miliar. Katanya, GG ditangkap di sebuah restoran di Senayan City, Jakarta Selatan, 8 Mei 2015 lalu, dan kini ditahan di Rutan Polda Papua. Selain GG, polisi juga menahan empat tersangka lain yakni SY, AM,  MT, dan, AH.

“Pasal yang dipersangkakan yakni pasal 105 dan 106 UU RI nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan pasal 3 dan 5 jo pasal 2 ayat (1) huruf z UU no. 08 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang,” ucapnya. (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Polda Papua Menang Gugatan dari Tersangka Ponzi