Pembinaan Gagal, Petinju Papua Tak Lagi Garang

share on:
Mantan atlet tinju Papua, Benyamin Yarisetouw - Jubi/Arjuna
Mantan atlet tinju Papua, Benyamin Yarisetouw – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Mantan atlet tinju Papua, Benyamin Yarisetouw mengkritik pembinaan tinju di Papua yang dinilai gagal, dan menyebabkan para petinju dari Bumi Cenderawasih tak lagi garang, ditakuti daerah lain.

Katanya, kini tinju Papua kalah dari wilayah lain, semisal Nusa Tenggara Timur (NTT). Padahal menurutnya, dulu para petinju Papua ditakuti dan disegani atlet dari daerah lain.

“Kami mantan atlet, merindukan ada petinju Papua di Pelatihan Nasional (Pelatnas). Jaman kami dulu, ada enam sampai 12 atlet Papua di Pelatnas. Waktu itu jaman susah, tak ada uang. Kini jaman Otsus, uang banyak, justru prestasi olahraga Papua merosot,” kata Benyamin Yarisetouw, Senin (13/7/2015).

Menurutnya, merosotnya tinju Papua disebabkan mereka yang duduk di pengurus tinju tak serius memajukan cabang olahraga itu. Katanya, pengurus punya ambisi masing – masing.

“Kami mau ada perubahan. Kini petinju ada di sasana, bukan di Pengcab, atau Pengprov. Jadi bagaimana membina petinju di sasana, dan memperbanyak turnamen untuk jam terbang atlet,” ucapnya.

Jaman dulu lanjut dia, penjaringan atlet tinju dimulai dari sasana. Setelah itu ke tingkat kabupaten, dan ke level provinsi. Atlet yang berpotensi kemudian diikutkan Pelatihan Daerah (Pelatda). Namun bukan berarti  langsung lolos mewakili Papua. Para atlet di Pelatda, akan diseleksi lagi, untuk mendapat yang terbaik.

“Kalau menang diseleksi Pelatda, barulah naik ke level nasional. Makanya banyak lahir petinju terbaik dari Papua waktu itu. Kenapa kini tak ada? Pembinaan gagal. Pengurus tak menjaring atlet sampai ke daerah,” katanya.

Sementara salah satu Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tinjua Amatir Indonesia (Pertina) Pegunungan Bintang, John Dasko Wetipo mengatakan, di daerah banyak atlet tinju berpotensi. Namun ketika penjaringan atlet, terkadang mereka terlewatkan. (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pembinaan Gagal, Petinju Papua Tak Lagi Garang